DPRD Sinkronisasi Program Bersama Distrik Miru

Ketua Sementara DPRD Mimika, Iwan Anwar, SH. MH dan Kadistrik Miru Drs. Ananias Faot, M. Si

 

TIMIKA – Tabaos14     I     Sejumlah anggota DPRD Mimika dari daerah pemilihan I dan II melakukan pertemuan dengan pihak Distrik Mimika Baru (Miru) untuk mensinkronisasi program yang diusulkan dari tingkat kelurahan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan pokok pikiran (Pokir).

“Pertemuan ini terkait hasil Musrenbang, kita hanya mensinkronkan program antara pokir dan hasil Musrenbang yang dilakukan Distrik Miru,” kata Anggota DPRD Mimika, Iwan saat ditemui usai pertemuan, Selasa (25/2).

Menurutnya, Distrik Miru menjadi tolak ukur suatu pembangunan yang didalamnya terdapat dua dapil. Sehingga menjadi perhatian bersama pihak pemerintah dan DPRD, baik dari jumlah populasi dan pembangunan, sehingga perlu sinkronisasi program.

“Miru ini terdiri dari dua dapil dan menjadi tolak ukur dan menjadi perhatian kita semua untuk pembangunan di Mimika,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu, pihak Distrik menyampaikan hasil Musrenbang untuk disinkronkan dengan pokir sebelum diusulkan pada Musrenbang kabupaten.

“Jadi nantinya semua program nantinya akan disaring di tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadistrik Miru Drs. Ananias Faot, M. Si mengakui terjadi kesalahan teknik sehingga saat pelaksanaan Musrenbang, pihak DPRD Mimika tidak dilibatkan dalam kegiatan Musrenbang.

“Jadi memang didalam sistem perencanaan itu dari bawah dan seharusnya wajar kalau kami undang DPRD, tapi kemudian ada kesalahan teknis sehingga kami tidak lakukan itu,” kata Ananias Faot usai pertemuan.

Pertemuan yang dilakukan itu, tentunya sangat baik, agar pihak Dewan dan Distrik bisa mensinkronkan program dan pokir. Selanjutnya diinput pihak Bappeda didalam e-planning, sehingga tidak terjadi tumpang-tindih.

“Hari ini, kami langsung bertemu dengan anggota DPRD dan menyampaikan pokir itu dan saat ini melalui sistem e-planning. Sedang menginput di Bappeda, masukkan dari bapak-bapak anggota dewan,” ungkapnya.

Dirinya berharap, untuk Musrenbang harus ada keterlibatan pihak dewan agar pokir-pokir yang berasal dari masyarakat bisa di akomodir. Dari 3 bidang yang diusulkan berupa Fispra, Sosbud, dan Ekonomi. Fispra yang lebih banyak usulannya seperti penataan jalan, pengerasan dan pengaspalan jalan.

“Harapan kami, ini menjadi contoh yang baik dan awal supaya kedepan tidak lagi seperti yang lalu-lalu. Setelah kegiatan sudah berjalan baru muncul pokir, akhirnya jadi tumpang tindih. Kita di DPRD akan mengawal program itu,” harapnya. (Mrc)

Pos terkait