Ditemukan Jasad Tertimbun Material di Kali Kasuang

Jenazah saat ditandu untuk dibawa ke hospital. (Foto: Istimewa)

 

TIMIKA – Tabaos14   I     Kepolisian Sektor Tembagapura dan Emergency Respon Group (ERG) PT Freeport Indonesia, Kamis (27/02) melakukan evakuasi terhadap Jasad korban tertimbun longsor material limbah pasir consentrate, di Kali kabur Kasuang Dum Mile 73 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, sekitar pukul 09.50 hingga 14.00 WIT.

Tim yang melakukan evakuasi berjumlah kurang lebih 20 orang yang terdiri dari anggota Polsek Tembagapura, personil Brimob Lampung, team ERG PT FI dan Security, dipimpin langsung Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto.

Kapolsek Hermanto saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, penemuan mayat yang diketahui bernama Weinus Kogoya yang merupakan karyawan pada salah satu kontraktor PTFI. Diakui, sejak hari Sabtu lalu sudah tidak masuk kerja, kemudian pihak keluarga melaporkan bahwa korban sudah tidak pulang rumah.

 

Kapolsek Tembagapura Bersama Tim evakuasi korban ke RS Tembagapura (foto-istimewa).

 

Seorang warga bernama Aray Magai selanjutnya melaporkan, bahwa dirinya melihat sesosok mayat yang tertimbun dikali kabur kasuang dum mile 73. Hal itu juga diberitahukan kepada Kapolsek Tembagapura, yang kemudian dilakukan kroscek terkait kebenaran informasi itu.

“Dari hari sabtu itu, korban sudah tidak masuk kerja (bolos). Jadi, kami dapat informasi dini hari. Jadi, besok pagi baru kami lakukan pencarian,” kata Kapolsek mengulangi laporan yang diterimanya.

Memastikan kebenaran penemuan mayat itu, pihak Polsek Tembagapura melakukan koordinasi dengan pihak Freeport dalam hal ini team ERG, Security. Termasuk pasukan Brimob untuk membantu mengevakusi jenazah dari kedalaman kurang lebih 100 meter.

Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan, setelah tim menurunkan tandu darurat (Streicer). Selanjutnya, jenasah ditarik secara manual dengan menggunakan alat tali refling dengan bantuan sukarelawan perwakilan karyawan PT.FI dan Kontraktor, lalu dibawa menuju Rumah Sakit di MP-68 Tembagapura.

“Dari tempat evakuasi ke TKP itu diperkirakan kurang lebih 100 meter,” jelasnya.

Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda terjadinya kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, keluarga korban menerima karena tempat itu bukan tempat dulang. Mereka yang cari tempat Kasuang tapi itu bukan area pendulangan, cuma mereka yang melanggar aturan itu. Kejadian ini tidak ada sangkut-pautnya dengan kejadian lain,” kata Kapolsek. (Mrc/tmk)

Pos terkait