Disnakertrans Mimika Beri Pelatihan Untuk Para Pencaker

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yenengga saat membawakan sambutan pembukaan kegiatan.

Timika – Tabaos14 | Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan kerja bagi para pencari kerja (pencaker) orang asli Papua dan asli tujuh suku kekerabatan di wilayah Kabupaten Mimika.

Pelatihan yang diberikan berdasarkan unit kompetensi ini dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Jalan Budiutomo, Timika, Jumat (15/7/2022).

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yenengga dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali para pencaker dengan ketrampilan dan kemampuan yang nantinya ditandai dengan pemberian sertifikat pelatihan.

“Sertifikat ini ibaratnya jembatan atau semacam surat jalan. Jadi nantinya setelah pelatihan selama dua minggu, mereka akan kami titipkan di perusahaan-perusahaan yang ada di Mimika untuk mengikuti magang dan belajar di sana,” ujarnya.

Peserta dalam pelatihan ini berjumlah 100 orang yang terpilih dari 400-an orang yang mendaftar. Adapun jenis pelatihannya yakni pelatihan alat berat, eksavator, beko loder, mekanik alat berat, welder, dan mengemudi.

“Karena ini yang pertama dan diperuntukkan bagi adik-adik kita orang Papua maka kita akan kawal betul ini. Kita benar-benar ingin memberikan kesempatan bagi orang asli Papua karena selama ini kita lihat orang dari luar yang selalu datang dan terus datang,” tegas Paulus.

“Saya harap adik-adik bisa menunjukkan prestasi yang terbaik dan kinerja yang baik agar ke depannya dapat diterima sebagai pekerja tetap di perusahaan yang adik-adik akan magang di sana,” imbuhnya.

Di samping itu, Asisten II Setda Mimika, Willem Naa mewakili Bupati Mimika memberikan apresiasi atas terobosan baru yang dilakukan Disnakertrans Mimika.

“Ini adalah suatu terobosan baru dari Dinas Tenaga Kerja untuk adik-adik kita orang Papua asli. Semoga dengan adanya pelatihan ini, kesiapan adik-adik kita menghadapi dunia kerja bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Untuk diketahui pelaksanaan pelatihan ini menggunakan dana Otsus sebesar Rp 2 miliar. Ke depan, apabila program ini berhasil, maka akan dibuka kembali program yang sama untuk peserta lainnya.

Pos terkait