Disnakertrans Gelar Simulasi K3 Sebelum Pesparawi dan PON

  • Whatsapp

Kepala Disnakertrans Kabupaten Mimika, Roni Maryen.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14     I     Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika, Roni Maryen mengingatkan bahwa, sebelum digelarnya dua even besar di Mimika, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Perperawi) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 akan digelar simulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Roni mengungkapkan, pihaknya akan menggandeng dinas terkait dalam melakukan simulasi K3 tersebut. Termasuk  Badan Penangulangan Bendana Daerah (BPBD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Search And Rescue (SAR).

“Rencana kita gelar nanti di lapangan eks Pasar Swadaya, tidak hanya OPD terkait, tetapi juga akan melibatkan perusahaan yang memang ada ijin lisensi K3,” kata Roni di Kantor Pusat Pemeritnahan , Rabu (12/02).

Menurut Roni, terkadang orang berfikir K3 hanya berlaku dan diterapkan di areal perusahaan. Namun tidak seperti itu, memang untuk K3 ini sudah menjadi budaya di perusahaan. Sehingga untuk berkendara saja, sudah diwajibkan mengunakan Safety Belt.

“K3 itu itu sudah menjadi syarat mutlak bagi perusahaan dan tidak ada toleransi buat safety, sedangkan teman-teman kita di pemerintahan itu tidak pernah tahu. Misalnya, teman-temannya tidak tahu titik kumpul di Kantor Pemerintahan ini ada dimana, kalau terjadi sesuatu. Dimana jalur evakuasinya,” tuturnya.

Diharapkan dengan ulang tahun K3 yang ke 50 ini, bisa menjadi momentum untuk ikut menggelorakan K3.Alasannya, ke depan ini, Mimika akan mengelar even besar, yakni Perperawi dan PON XX Papua Tahun 2020.
Sehingga Mimika, khususnya Pemda juga harus memimikirkan keselamatan semua kontingen yang datang ke Mimika. Entah itu keselamatan mereka selama ada di Mimika atau dalam penyelenggaraan evennya sendiri.

Mengenai K3 ini, jelas Roni Maryen, mungkin terlihat standarnya sangat sederhana, namun terkadang untuk melakukan itu yang sangat susah.

“Bayangkan, venue PON yang besar ini, standarlisasinya seperti apa. Makanya, kita dorong juga untuk mempersiapkan diri untuk dua even ini. Kita harus lebih fear dengan K3 ini. Setiap mobil sudah ada safety-belt-nya, itu saja kadang kita tidak pakai, kadang kita tidak sadar,” ujarnya.

Roni mengatakan bahwa, ada rencana untuk melakukan survei di semua venue PON, karena Venue juga harus mempunyai standar dari K3. Disamping itu, tidak hanya venue, tetapi tempat tinggal para atlet pun harus ada standar K3.

“Kita harus siapkan jalur evakuasi karena itu sudah standar dan pasti protokoler atau Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pasti minta itu, karena harus ada jalur evakuasinya,” tuturnya.

Roni menambahkan, Disnakertrans juga sudah berkordinasi dengan pihak rumah sakit maupun SAR terkait degan simulasi ini.

“Kita harus pastikan, petugas ambulance siap jika ada tindakan gawat dadurat. Jalurnya sebelah mana, semua itu harus kita simulasikan dulu. Itu yang penting,” ujarnya. (*#/samone)

  • Whatsapp

Pos terkait