Dipecat Dari Lemasko, Gergorius Okoare : Konyol Sudah di Pecat Kok Balik Pecat Saya

Ketua Lemasko Gergorius Okoare berfoto bersama para pengurus Lemasko, Rabu (6/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Ketua Lembaga musyawarah adat suku Kamoro (Lemasko) Gergorius Okoare mengatakan pemecatan terhadap dirinya oleh kelompok yang dipimpin oleh mantan anggota Badan Musyawarah (BM) Lemasko Philipus Munaweyau dipandang aneh dan lucu. Pasalnya Philipus Munaweyau telah lebih dulu dipecat dan bukan lagi sebagai anggota BM di Lemasko.

“Dia bukan anggota BM lagi tiba-tiba buat Musyawarah luar biasa (Muslub) yang dihadiri segelintir orang saja terus pecat saya dan bentuk kepengurusan baru bisa secepat itu, Itu hal yang konyol stop bikin kegaduhan,”kata Gery sapaan akrab Gergorius Okoare kepada wartawan di jalan Budi Utomo, Rabu (6/7/2022).

Bacaan Lainnya

Gery mengungkapkan Philipus Munaweyau dipecat dari Lemasko berdasarkan AD ART dan aturan baik dari lembaga maupun Kemenkumham. Sehingga yang bersangkutan sudah tidak ada hubungannya dengan Lemasko apalagi menggelar Muslub Lemasko.

“Muslub itu jelas ilegal karena yang menyelenggarakan sudah tidak ada hubungannya dengan Lemasko. Yang anggota Lemasko saja tidak bisa sembarang-sembarang buat Muslub kok ini bukan siapa-siapa bikin Muslub,”ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini Gery mengimbau pada seluruh masyarakat suku Kamoro untuk tidak terprovokasi dengan hak tersebut. Pasalnya menurutnya sekarang ini masyarakat suku Kamoro sedang diadudomba dengan orang suku Kamoro sendiri.

“Saya imbau masyarakat Kamoro dari Timur sampai ke barat jangan sampai terprovokasi. Jangan sampai termakan hoaks. Kepengurusan saya masih tetap berjalan normal dan administrasinya juga jalan baru 2024 akan jalan,” tuturnya.

Sementara Wakil ketua I Lemasko Dominikus Mitoro menambahkan, Musdalub harus dibahas atau disetujui oleh Bamus dan belum rapat. BM kita ada lima. Musdalub tidak sah. Harus yang melalukan itu Bamus aktif. Kita ada lima yang masih aktif. Selain itu sudah dikeluarkan karena melanggar kode etik dan AD ART.

“Kita mau sampaikan sekarang ini, sebenarnya Musdat itu sesuai SK mulai dari pengangkatan mulai tanggal 6 November saat pengangkatan 2019 sampai dengan 2024 itu sesuai SK. Sedangkan Muslub yang dibuat itu dibuat sampai 2027 Itu melanggar dan yang mengangkat pak Gerry dulu adalah Philipus Munaweyau saat aktif,”tuturnya.

Menurutnya Muslub itu hanya pergantian ketua apabila mereka merasa ketua buat kesalahan itu Musdalub bisa dibuat tapi hanya oleh BM yang aktif.

“Padahal kita ada persiapan bulan September Oktober itu untuk Musdat untuk seluruh masyarakat dari Timur sampai Barat. Lucu yang apa mereka lakukan,” ujarnya.

Sementara anggota BM Marthin Maturbongs menambahkan, pelaksanaan Muslub tidak menggunakan kode file Lemasko dan mereka buat sendiri. Terus disitu ada poin yang dinyatakan Rapat BM Tanggal 6 Juni 2019 tentang penyelamatan Lemasko itu tidak benar karena ketua Lemasko Robertus Waropea kala itu masih hidup

“Itu pak Robert masih ketua sedangkan pak Gerry belum jadi Ketua Lemasko. Jadi kode file dalam SK pemberhentian dan pengangkatan yang mereka buat itu semua tidak sesuai dengan yang digunakan Lemasko,” ungkapnya.

Marthin menambahkan, dalam bab IV pasal 6 tentang keanggotaan Lemasko itu orang suku lain tidak bisa masuk untuk intervensi. Yang berhak bicara itu orang Kamoro asli dari keturunan ayah dan ibu dan berdarah campuran dari garis keturunan ayah, anggota luar biasa itu garis keturunannya Mama asli bapak orang luar.

“Yang berikut itu, seperti saya ini kelahiran 1962 bisa bicara. Kalau tidak bisa atau diam saja. Karena dalam anggaran rumah tangga itu ada tercantum. Karena untuk melantik kepala suku Lemasko itu cuma di Musdat,”ujarnya.

Pos terkait