Dinkes Mimika Tindak Tegas Nakes Yang Jual Obat Malaria

Kadinkes Mimika Reynold Ubra.

Timika – Tabaos14 | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila ada tenaga kesehatan (Nakes) yang menjual obat malaria.

“Saya mau tegaskan bahwa obat yang kita serahkan ke seluruh Faskes (fasilitas kesehatan) itu free. Jadi kalau ada yang menjualnya, kami akan tindak tegas,” ujarnya di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin(30/5/2022).

Reynold menegaskan, obat malaria yang dibagikan secara gratis merupakan bagian dari program nasional.

“Jadi kalau sampai ada yang menjual, maka itu sama saja dengan pungli. Oleh karena itu, saya harap kepala kampung bisa membuat surat secara resmi kepada Dinkes kalau ada yang menjual obat itu,” tegasnya.

Selaku pimpinan OPD, Reynold menyampaikan pihaknya melakukan langkah-langkah disipliner berdasarkan aturan yang berlaku. Sehingga, ia menghimbau kepada masyarakat agar berani melapor kepada pihak Dinkes melalui surat laporan dari kepala kampung setempat.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa peserta BPJS yang mengambil obat maupun periksa malaria akan dibayar oleh BPJS.

Sementara bagi yang bukan peserta BPJS, akan dikenai tarif retribusi bila berobatnya di faskes seperti puskesmas. Penarikan retribusi itu berdasarkan peraturan daerah nomor 2 tahun 2014.

“Tapi saat ini kami juga sudah mengusulkan untuk direvisi kembali peraturan itu karena ada beberapa situasi yang sudah tidak lagi sesuai,” tuturnya.

“Untuk pemeriksaan malaria hanya sekitar Rp 15 ribu, terus ditambah dengan ada kartu kalau misalnya pertama kali berobat, terus ada jasa sarana dan prasarana,”imbuhnya.

Pos terkait