Dinkes Mimika Agendakan Pengusulan Tenaga Honorer Formasi P3K

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.

Timika – Tabaos14 | Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menyampaikan saat ini pihaknya sedang mengagendakan pengusulan tenaga honorer formasi P3K.

“Kami sedang mempersiapkan tim dari Dinas Kesehatan, RSUD Mimika, dan BKPSDM untuk berangkat mengurus pengusulan tenaga honorer untuk formasi P3K,”kata Reynold saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (11/7/2022).

“Untuk kuota di Mimika kalau untuk Dinas Kesehatan saja itu ada lebih kurang ada 300-an. Jadi tenaga yang hari ini kerja kami usulkan semua,” imbuhnya.

Saat ini, kata Reynold, proses pengusulan tersebut masih dalam tahapan pendataan.

“Ini kan baru tahap pendataan, tahap seleksi administrasi, dan yang kurang-kurang tetap kami coba lengkapi,” ucap Reynold.

Di samping itu, dia menjelaskan bahwa ada tiga hal penting yang dijadikan pedoman tim untuk mengangkat para tenaga yang diusulkan.

“Pertama yaitu pendidikan minimal D3, yang kedua memiliki surat tanda registrasi yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia, dan yang ketiga itu memiliki surat izin praktek profesi. Itulah yang kita coba untuk menseleksi,” jelasnya.

“Kemudian base line data kita adalah tenaga honorer yang sudah ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Mimika. Jadi itulah yang kami coba usulkan,” sebut Reynold melanjutkan.

Reynold mengatakan, dengan adanya pengusulan ini maka ke depannya Dinkes Mimika sudah bebas honorer.

“Semoga kalau ini semua diterima berarti (honorer) sudah nggak ada lagi. Jadi semoga di Januari tahun 2023, kami tidak lagi mempekerjakan honorer. Jadi semua sudah punya status kepegawaian,” tuturnya.

Lebih lanjut Reynold menyebutkan saat ini Dinkes Mimika sangat membutuhkan tenaga spesialis di beberapa bidang

“Tenaga yang hari ini kami butuh, yang memang masih sangat kosong itu adalah dokter gigi, kemudian ahli gizi nutrition atau nutrisionis, serta tenaga laboratorium, dan tenaga Farmasi,” paparnya.

“Sementara di sisi lain memang kalau kita lihat di Timika ini, perawat bidan dan lainnya sebenarnya sudah tercukupi,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait