Dinilai Belum Efektif Pintu Otomatis Pasar Sentral Butuh SDM Yang Siap

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| DPRD Mimika melalui komisi B menyoroti pintu otomatis di pasar sentral, karena kurang efektif. Pasalnya dalam uji coba yang dilakukan malah menimbulkan penumpukan kendaraan bermotor dan menyebabkan kemacetan di pintu masuk maupun pintu keluar pasar sentral.

Sekretaris Komisi B DPRD Mimika Tanzil Azhari mengatakan, hal tersebut terjadi karena tidak di barengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap di setiap palang pintu otomatis tersebut.

Bacaan Lainnya

“Akibatnya banyak warga mengamuk dan merasa lama mengantri sehingga Perindag mengakalinya dengan membuat portal tambahan manual di samping pintu keluar,” kata Tanzil di pasar sentral, Kamis (28/1) kemarin.

Untuk itu Tanzil meminta Perindag mempersiapkan kesiapan dan kemahiran SDM atau petugas lapangan yang bertugas. Pasalnya walau akses keluar masuk berlaku otomatis namun petugas harus mampu memiliki kecakapan lebih sehinga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan.

“Kesiapan SDM yang pertama karena ini menyangkut bagaimana bersikap dan berkomunikasi secara baik kepada masyarakat, terutama dalam kondisi seperti ini (antrian panjang-red). Ini barang baru sehingga harus menjadi acuan yang menciptakan rasa nyaman bagi semua,” tuturnya.

Tanzil bahkan mengusulkan agar Perindag menambah portal otomatis karena yang ada saat ini hanya 1 portal untuk akses mobil dan 2 untuk akses motor. “Ini masih hari biasa, bayangkan kalau hari raya, dari depan jalan dan dalam pasar akan panjang dengan antrian kendaraan,” paparnya.

Sebagai Sekretaris Komisi B yang menangani persoalan pasar, Tanzil juga tidak mempersoalkan jika Perindag menyerahkan pengelolaannya ke pihak ketiga. “Di daerah lain, pengelolaan portal seperti ini diserahkan langsung ke pihak ketiga sehingga lebih profesional dengan beban target pendapatan asli daerah yang lebih terukur,” ujarnya.

Dengan pemasangan portal otomatis ini, diakui Tanzil akan sangat berdampak pada target penerimaan daerah. Namun ia meminta Perindag tidak mengabaikan kewajiban mereka secara menyeluruh dalam pelayanan di Pasar.

“Masalah kebersihan, keamanan dan kenyamanan harus menjadi kewajiban utama Disperindag terhadap pelayanan di pasar agar tercipta keseimbangan antara penerimaan daerah, hak dan kewajiban,” ungkapnya mengingatkan.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait