Dianggap Status Kepemimpinan Tidak Berlaku Lagi, Ketua Lemasa Dan Lemasko Laporkan Ketua OKIA Ke Polisi

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Lembaga musyawarah adat suku amungme (Lemasa) dan Lembaga musyawarah adat suku kamoro (Lemasko) akan melaporkan juru bicara (Jubir) Bupati Mimika Yohanes Kemong ke Polda Papua. Pasalnya Yohannes Kemong diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media social Facebook.

Menurut Ketua Lemasko Gergorius Okoare, mengatakan bahwa apa yang di katakan oleh Yohanes Kemong tersebut tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Lemasko. Apalagi statemen yang dilontarkan melalui video tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada di setiap lembaga adat dalam hal ini Lemasa dan Lemasko.

Bacaan Lainnya

“Ini jelas pencemaran nama baik terhadap dua lembaga adat, ini sudah salah. Kami akan laporkan ke Polda Papua lewat Polres Mimika, karena menyebarkan berita tidak benar dan fitnah kepada dua lembaga adat. Jelas melanggar UU ITE,” tegas Gery bersama pengurus Lemasko kepada awak media di jalan Budi Utomo, Rabu (7/4/2021).

Gery mengungkapkan, selaku pimpinan lembaga adat Kamoro tidak mau lagi bergabung dan terlibat dalam organisasi OKIA. Pasalnya OKIA dibentuk hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu, selain itu status organisasi OKIA tidak ada dasar hukumnya dan organisasi OKIA berada di bawah payung Lemasa dan Lemasko.

“Kami sebagai Kamoro kami tidak mau dilibatkan di OKIA. Buat pemuda-pemuda Kamoro dari Nakai sampai Warivi yang terlibat di OKIA atas nama lembaga saya minta untuk mengundurkan diri semua dan segera,” ungkap Geri.

Sementara Wakil ketua I Lemasko Dominikus Mitoro mengatakan bahwa Lemasa dan Lemasko merupakan lembaga besar dan tidak bisa diintervensi dari pihak manapun. Oleh sebab itu apa yang di katakan oleh Yohanes Kemong tersebut sangat keliru.

“Orang yang tidak tau anggaran dasar dan rumah tangga itu jangan ngomong sembarang nanti salah. Kalau bicara salah apa lagi terkait lembaga itu urusannya dengan hukum,” tegas Mitoro.

Selanjutnya Wakil Ketua III Benediktus Yosep dan IV menambahkan kapasitas Yohanes Kemong sebagai apa sehingga bisa meminta Lemasko untuk melakukan Musdat. Padahal Musdat yang diselenggarakan oleh Lemasko pada 9-10 april 2019 sudah dilakukan dan telah terpilih ketua dan wakil ketua terpilih dengan periode jabatan 2019 – 2024.

“Saudara Yohanes Kemong tidak memahami anggaran dasar dan rumah tangga lembaga ada. Jadi yang di sampaikan oleh Yohanes ini tidak benar,” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait