Dewan Minta BPS Dan Dinsos Sinkronkan Data Warga Miskin

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14 | Komisi C DPRD Kabupaten Mimika meminta agar Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial Kabupaten Mimika menyamakan data bagi orang miskin penerima manfaat Bantuan Sosial. Hal ini penting agar tidak ada lagi permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial dan penyalurannyapun tepat sasaran.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika, Martinus Walilo dalam Rapat Dengar Pendapat antara DPRD dengan BPS Kabupaten Mimika mengatakan, didapati ketidaksamaan data warga penerima bantuan sosial, antara BPS dan Dinsos Kabupaten Mimika.

Muat Lebih

“Hal ini harus dilakukan agar tidak ada lagi permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial dan penyalurannyapun tepat sasaran. Dalam hal ini, yang menerima bansos adalah warga yang benar-benar tidak mempunyai penghasilan ataupun warga miskin,” terang Martinus saat diwawancarai di Kantor DPRD Mimika, Kamis (25/6).

Menurutnya, selama ini penyaluran bantuan sosial seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) menuai protes masyarakat. Pasalnya, penyaluran BST ini tidak merata kepada warga yang dianggap layak menerima bantuan – keluarga penerima manfaat.

“Mengingat selama ini penyaluran BST itu menuai protes dari masyarakat, karena ada yang dapat dan ada yang tidak dapat. Untuk persoalan ini, seharusnya melibatkan banyak pihak dan perlu keseriusan,” ungkap Martinus.

Menurutnya, Data warga miskin yang disampaikan oleh Dinsos Mimika melalui rapat dengar pendapat, pada Senin (22/6) lalu adalah sekitar 24.000 jiwa. Sedangkan data penduduk miskin menurut BPS adalah sejumlah 31.175 jiwa. Untuk itu Komisi C DPRD Mimika menyarankan Pemkab Mimika membentuk Tim Khusus Penanggulangan Kemiskinan. Namun hingga saat ini hal tersebut masih sebatas wacana.

“Soal bentuk tim ini hanya sebatas diskusi dan akan dibahas dan dikoordinasikan ke tingkat lanjutan dan melibatkan Pemerintah serta lembaga lainnya. Kalau di daerah lain seperti Merauke sudah ada tim penanggulangan kemiskinan, itu guna mengawasi persoalan penyaluran bantuan kepada masyarakat supaya benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, Trisno Leonarson Tamanampo mengatakan, selama ini belum pernah terjadi pertemuan antara BPS dengan Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Sehingga melalui rapat dengar pendapat ini dianggap penting untuk memperbaiki data-data sektoral yang akurat.

“Data sektoral yang menampilkan data-data by name by addres dengan membuat kriteria sesuai dengan kondisi daerah yang ada. Mungkin nanti kita bisa undang pakar untuk menentukan metodologi dan variabel yang digunakan di lapangan untuk menentukan kriteria terutama kemiskinan mikro,” tuturnya.

Untuk diketahui, Bantuan Langsung Tunai terhadap Keluarga Penerima Manfaat yang bersumber dari Dana Desa (DD) APBN Indonesia di Mimika berjumlah 26.111 kepala keluarga. Sedangkan untuk Bantuan Sosial Tunai yang diambil melalui Kantor Pos, Keluarga Penerima Manfaat berjumlah 2675 Kepala Keluarga.

Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Badan Pusat Statistik. Sedangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah bantuan yang berasal dari alokasi dana desa pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Desa) yang akan diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian karena pandemik Covid-19 selain itu juga bagi masyarakat yang tidak menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja.

Masyarakat penerima BST maupun BLT akan menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600.000,00 per kepala keluarga setiap bulannya selama tiga bulan. Sehingga total bantuan yang diterima per keluarga adalah Rp 1.800.000,00. Tujuan dari rencana pemberian program bantuan ini adalah guna menjaga daya beli masyarakat di masa pandemik ini. Penerima BST adalah warga yang tidak menerima BLT maupun bantuan lainnya.

Reporter : Ifona Akoha/Yonri
Editor : Tahir