Demo Ratusan Orang Tua Datangi YPMAK Minta Yayasan Lopon Cabut Dari Papua

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Ratusan orang tua siswa Sekolah Taruna Papua mendatangi di Kantor YPMAK Jalan Yos Sudarso Kelurahan Otomona Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika, Senin (15/3). Mereka meminta agar Yayasan Lokon cabut dari Timika karena telah merusak masa depan anak anak mereka yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan.

Kedatangan para orang tua ke kantor YPMAK ditemui langsung oleh direktur Yayasan Pegembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) Febian Magal.

Bacaan Lainnya

Dalam orasi yang disampaikan oleh salah satu orang tua korban, menyesalkan Yayasan Lokon yang mengelola asrama taruna papua di karenakan memperlakukan anak anak mereka kurang baik. “Tidak ada pembicaraan masalah lain dan kita akan membahas masalah tentang pelecehan dan kekarasan anak – anak di asrama taruna papua,” kata Okto salah satu perwakilan dari orang tua korban.

Dihadapan Pengurus YPMAK, melalui aspirasi orang tua murid Sekolah Asrama Taruna Papua juga meminta menghentikan sementara waktu semua aktifitas Sekolah Asrama Taruna Papua dan segera cabut kerja sama YPMAK dan Yayasan Lokon.

“Harus ada tim pencari fakta yang netral untk mengawal kasus ini menginventigasi, Tarauma healing kepada anak-anak, Hukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan hukum berlaku,”tutur para orang tua.

Terkait hal tersebut Direktur YPMAK Yulian Magal, menyampaikan YPMAK suda mengambil langkah untuk memerintahkan pihak yang berwajib menakap pelakunya. Sekolah tersebut adalah milik masyarakat, YPMAK berkerja sama Yayasan Lokon agar anak-anak papua mampu bisa mengusai akedemik maupun non akademik.

“Untuk tersangka dan perwakilan yayasan Lokon sedang dalam proses pemeriksaan di Polres Mimika dan YPMAK suda menyerahkan kasus ini kepada Pihak keamanan. Anak-anak yang menjadi korban kami akan mecari Dokter Psikater untuk bisa mengobati tarauma kepada anak anak asrama taruna papua,” ujarnya.

Selanjutnya usai menemui para orang tua, Direktur YPMAK Bersama dengan perwakilan orang tua murid melakukan pertemuan untuk membahas terkait kasus tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Masyarakat dan orang tua korban menginginkan yayasan lopon yang mengelola asrama taruna papua agar di ganti dan untuk pembinaan asrama papua agar dikelola oleh masyarakat sendiri.

Selain itu akan di bentuk Tim idenpenden untuk mengawal kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak – anak asrama taruna papua.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait