Delapan Kecamatan Di Kota Manado Terendam Banjir Tiga Warga Meninggal Satu Hilang

  • Whatsapp
Sumber: BNPB

Manado – Tabaos14| Delapan kecamatan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, terdampak banjir, yang berlangsung sejak, Jumat (22/1), sekitar pukul 12.00 waktu setempat atau 11.00 WIB. BPBD Kota Manado melaporkan hujan sebagai salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. Delapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting dan Singkil.

Bacaan Lainnya

Akibat kejadian itu tiga warga meninggal dunia dan satu lainnya hilang, hingga saat ini BPBD masih mengidentifikasi korban yang telah dievakuasi. Sedangkan kerugian material, BPBD memantau rumah warga terendam dan beberapa titik longsor. Tinggi genangan banjir sekitar 50 hingga 400 cm. BPBD masih melakukan kaji cepat di lapangan.

Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, bersama sukarelawan melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet dan alat transportasi sekaligus mendata warga. Tim evakuasi banyak yang terjebak macet akibat genangan air di banyak ruas jalan.

Selain itu BNPB melaporkan memantau kondisi terkini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD setempat. Berdasarkan peringatan dini cuaca dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada 20 hingga 22 Januari 2021.

Sementara itu, BNPB telah menyampaikan daftar kabupaten dan kota yang berpotensi banjir di bulan Januari 2021, salah satunya Kota Manado. Beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Utara berpotensi banjir dengan kategori menengah. Wilayah administrasi kabupaten dan kota yang teridentifikasi berpotensi banjir di provinsi ini, antara lain Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Kota Manado dan Minahasa.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Hal tersebut mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga Februari 2021.

Editor : Tahir

  • Whatsapp