Danlanud J A Dimara Sampaikan Permohonan Maaf Buat Masyarakat Papua, Dua Personil Diproses Hukum

  • Whatsapp
Danlanud J A Dimara Kolonel Pnb Herdy Aref Budianto sampaikan permohonan maaf

Timika – Tabaos14 | Pasca video viral terkait penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum anggotanya, Danlanud Johanes Abraham Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Aref Budianto, Selasa (28/7/21) menyampaikan permohonan maaf.

Kepada masyarakat Papua, Kolonel PNB Herdy Aref Budianto menyampaikan permohonan maaf atas ulah anak buahnya itu.

Bacaan Lainnya

“Kepada seluruh masyarakat Papua, kemudian tokoh adat dan tokoh agama, pertama-tama saya selaku komandan Lanud Johanes Abraham Dimara memohon maaf sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi di jalan Raya Mandala 26 Juli 2021 pukul 10.00 WIT atau tepatnya didepan warung penjual bubur ngapak,” kata Danlanud J A Dimara.

Atas kejadian tersebut ia sangat menyesalkan perbuatan dua anggotanya yang melakukan tindakan yang berlebihan.

“Dimana saat itu ada satu kejadian, saudara Steven diamankan oleh 2 anggota kami (POM Lanud J A Dimara) yang tentunya dalam pelaksanaannya kami sangat menyesal dimana dua anggota kami berbuat berlebihan,” ungkapnya

Ia menegaskan, pasca kejadian tersebut kedua anggotanya langsung ditahan oleh POM Lanud J A Dimara untuk diminta keterangan, tentunya keduanya akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saat ini kedua anggota tersebut telah diambil tindakan disiplin dan akan diproses sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lanjutnya, sementara itu kepada korban, pihak Lanud J A Dimara akan bertanggung jawab terhadap kondisi korban, dan juga kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

“Juga pada kesempatan ini, kami akan bertanggung jawab apabila ada cedera, luka atau kerugian lainnya tentu kita akan obati,” ujarnya.

Kedepan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya, sehingga tidak terjadi kejadian serupa yang mencoreng nama institusi.

“Kedepan kami akan jadikan ini sebagai evaluasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan aksi kekerasan dua oknum anggota terhadap seorang pria.

Video berdurasi 1 menit 21 detik itu, terlihat seorang pria berkaos hitam bercelana pendek diteriaki untuk pergi meninggalkan sebuah warung sambil membawa kantong kresek hitam oleh seorang pria lainnya dalam video.

Pria berkaos hitam lantas melepas kaos yang dikenakan dalam kondisi marah.

Namun tidak terdengar jelas apa yang disampaikan, diduga pria tersebut adalah penyandang disabilitas.

Tak lama berselang, datang dua orang oknum aparat TNI berbaju Polisi Militer (PM) menghampiri pria itu dan membekuknya.

Tampak dalam video itu, pria itu dibekuk tangannya oleh oknum anggota dan kepalanya diinjak menggunakan sepatu yang dipakainya oleh salah satu anggota.

Penulis: Cel
Editor: Riki Lodar
  • Whatsapp

Pos terkait