Bupati Omaleng Tegaskan CPNS Kuota 600 Sudah Sesuai dan Jika Ada Manipulasi Data Akan di Saring Kembali

Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Timika – Tabaos14 | Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng menegaskan, untuk pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kuota 600 sudah sesuai, tetapi jika ada manipulasi data akan disaring kembali

“Nanti kita yang cek apakah mereka honor sampai lima tahun atau tidak itu kita akan lihat. Kami juga sudah tahu nama-nama itu, bukan kamu saja yang tahu. Kami sedang proses cek kembali. Sedangkan 5 yang lain dari 600 orang itu sudah dinyatakan tidak lolos karena mereka tidak punya ijazah. Jadi 5 orang ini memang sudah jatuh,”tegas Bupati Omaleng saat ditemui di Gedung DPRD Mimika, Jumat (22/7/2022).

Sementara terkait temuan-temuan yang mengarah ke manipulasi data, Omaleng mengatakan bahwa pihaknya akan menyaring kembali.

“Jadi untuk temuan baru yang sekarang jadi masalah itu bukan urusan kamu, tapi kita punya urusan. Itu nanti kita lihat dari mereka punya slip gaji sudah bekerja berapa tahun. Kalau mereka tidak punya slip gaji dan langsung masuk dijadikan pegawai negeri itu nanti kita persoalkan. Itu kita akan tapis, ada cara-caranya,” jelasnya.

Untuk kuota 600 sendiri Omaleng menjelaskan, dari kuota 300 yang diberikan untuk Kabupaten Mimika, pihaknya berjuang sampai dapat 600 karena Kabupaten Puncak tidak mau ambil jatah mereka 300. Yang penting sekali bahwa Kamoro dan Amungme sudah diakomodir sekitar 400 lebih.

“Kemudian yang kedua itu K2, itu yang kita sudah akomodir sebanyak 70 orang sesuai perintah dari sana. Dan sisa 15 yang kosong itu saya cari yang lahir besar di Timika karena orang Papua yang lain itu semua sudah diakomodir dalam kuota 600. Itu ceritanya,”jelasnya.

Menanggapi adanya aksi demo Bupati Omaleng mengungkapkan ia merasa kesal dengan adanya aksi-aksi yang telah dilakukan tersebut. Menurutnya aksi-aksi tersebut seharusnya tidak perlu ada.

“Kenapa kamu harus heboh-heboh. Kalau dengan tegas itu saya marah. Jadi begini, jangan demo-demo. Kamu datang dari mana? Di dalam 600 orang itu kan semua anak Amungme dan Kamoro sudah dimasukkan semua. Kecuali mereka baru pulang dari sekolah. Nah itu baru bisa,” tandasnya.

“Tapi kalau dari Papua lain atau siapa yang menamakan Papua baru datang protes-protes, pergi saja ke kamu punya daerah masing-masing. Bukan di sini,” tegas Omaleng melanjutkan.

Menurut Omaleng setiap daerah di Papua telah diberikan keistimewaan masing-masing dengan otonomi khusus sehingga tidak benar bila mereka yang dari kabupaten lain melayangkan protes.

“Kamu juga punya otonomi khusus di daerah masing-masing. Terima pegawai masing-masing di daerahnya. Sudah diberikan kabupaten masing-masing, sudah diberikan provinsi masing-masing, jadi tidak perlu datang bikin kacau di sini. Walaupun kamu orang Papua, saya tidak terima. Kamu datang dari mana. Kan namanya otonomi khusus, khusus itulah yang akan dipakai, jadi tidak boleh lagi demo,” pungkasnya.

Pos terkait