Bupati Omaleng Sebut Lapangan Kerja Tidak Ada Lulusan Sarjana Anak Papua Terpaksa Memilih Bergabung Jadi OPM

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan bahwa generasi Papua terutama OAP banyak memilih untuk bergabung menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) karena tidak adanya lapangan kerja. Padahal mereka yang ikut bergabung merupakan lulusan sarjana.

Untuk itu Bupati Omaleng meminta agar Pemerintah pusat (Pempus) membantu masyarakat Papua untuk bisa dengan mendapatkan pekerjaan terutama didaerahnya sendiri. “Pengangguran tinggi di Papua selesai sekolah bahkan Sarjana S1 atau S2 tidak dapat kerja, akhirnya apa mereka pergi bergabung bersama OPM tembak sana sini. Pemerintah pusat harus perhatikan itu,” kata Bupati Omaleng di hadapan perwakilan dari Kementrian Tenaga Kerja dalam pelatihan hukum ketenaga kerjaan dan hubungan industrial Kabupaten Mimika tahun 2021 di hotel Horison Diana, Senin (8/3).

Bacaan Lainnya

Bupati mengungkapkan bahwa putra asli Papua banyak yang tidak mendapatkan kesempatan mendapatkan lapangan kerja. Bahkan dari tes CPNS maupun penerimaan karyawan dari perusahaan swasta, tidak mengakomodir anak-anak Papua.

“Pemerintah maupun swasta tidak pernah memberikan kesempatan untuk anak-anak Papua. 600 orang honorer tidak bisa masuk semua untuk menjadi PNS dan tempat mereka orang dari daerah lain kebanyakan yang mengisi,” ungkapnya.

Menurut Omaleng jangankan yang lulusan sekolah dalam negeri yang lulusan sekolah luar negeri saja menganggur. Sangatlah percuma jika menuntut ilmu sampai keluar negeri tetapi akhirnya juga menganggur di daerah asalnya sendiri. “Banyak anak-anak Papua yang berprestasi sekolah diluar negeri sana tapi apa setelah lulus pulang jadi pengangguran. Pemerintah pusat mana tidak pernah melihat anak-anak kami,” tuturnya.

Omaleng menegaskan bahwa Papua merupakan bagian dari Republik Indonesia oleh sebab itu pemerintah pusat juga harus perhatikan seperti daerah-daerah lain di indonesia. Pasalnya hingga saat ini Pemerintah pusat tidak pernah memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua.

“Indonesia tidak pernah memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua tapi kekayaannya diambil terus. Kalau mau perhatikan Papua harus serius, sebab tanpa Papua kau bukan Indonesia. Sebaliknya tanpa indonesia kau bukan orang Papua,” tegasnya.

Sementara itu dari Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika tahun 2020 menyatakan bahwa, Jumlah Perusahaan yang terdaftar di Disnaker 200 perusahaan. Jumlah pengangguran atau pencari kerja di Mimika sebanyak 6.635 orang. Jumlah tenaga kerja 30.464 orang, Jumlah Tenaga Kerja Asing 208 orang.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait