Bupati Mundurkan Perjuangan Papua Tengah

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H saat berada di pembangunan bundaran Petrosea Timika, Selasa (14/01).

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I     Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H mengatakan, memundurkan sementara perjuangan percepatan Pemekaran Provinsi Papua Tengah yang juga tengah digiatkan.

Hal itu diutarakanya saat berada di lokasi pengerjaan bundaran Petrosea, Selasa (14/1). “Saya hari ini akan menyurati tujuh bupati, untuk kita undurkan sementara dulu, bagi saya Papua Tengah itu tidak penting lagi,” kata Bupati Eltinus Omaleng.

Bahkan, dirinya dengan tegas mengungkapkan, rasanya saat ini ia telah dingin, untuk memperjuangkan Provinsi Papua Tengah lagi. Alasannya, dikarenakan begitu banyak tim yang bermunculan, mengatasnamakan Papua Tengah.

“Sekarang saya tidak pusing lagi, mau jadi Papua Tengah atau tidak, karena banyak tim yang tiba-tiba muncul. Ada yang bilang memiliki sponsorlah, saya undur dulu, biarkan mereka yang berjuang. Jika sudah berhasil Papua Tengah, barulah saya maju menjadi Gubernur. Saya mau enak-enak saja, tidak mau lagi berjuang. Kan tim itu juga tidak mau dengan kami, ” ucap Bupati Omaleng.

Ia menjelaskan, sejauh ini Pemda Mimika telah membayar lunas admitrasi dari tim kajian Universitas Gajah Mada (UGM), saat ini masih menunggu hasil kajian tersebut.

Diketahui bahwa, selama ini, Bupati Mimika begitu kokoh memperjuangan Papua Tengah, dapat dilihat saja pada, Kamis (31 Oktober 2019), Bupati Eltinus Omaleng mengundang 10 bupati dari 10 Kabupaten untuk membicarakan soal Percepatan Pemekaran Papua Tengah. Bahkan, Selasa (20 November 2019), Bupati Omaleng menyampaikan aspirasi Papua Tengah ke Anggota Komisi II DPR RI di Jakarta. Dilanjutkan dengan pembentukjan Panita Papua Tengah.

Bahkan, Bupati Omaleng juga mendatangkan tim kajian pemekaran UGM, Rabu (13 November 2019), untuk melakukan kajian ulang.

Serta pada, Rabu (15/11), Pemda Mimika menyerahkan dokumen kepada Tim kajian UGM. Pada waktu yang bersamaan pula, hadir Tim pemekaran. Sebelumnya, versi Agustinus Angaibak serahkan dokumen-dokumen perjuangan tim pemekaran kepada tim pengkaji dari Universitas Gajah Mana (UGM) untuk dikaji kembali dan disaksikan oleh sejumlah warga yang turut mengambil bagian dalam sesi dengar pendapat, di lantai dua hotel Grand Tembaga.

“Saya sudah tidak mau bergerak lagi, jadi dan tidak, Papua Tengah sudah tidak penting bagi saya, ” ungkap Bupati Eltinus Omaleng. (Lis)

Pos terkait