Bupati Minta Natuna – Anambas Jadi Provinsi Khusus

Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si

 

Bacaan Lainnya

RANAI NATUNA – Tabaos14   I   Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si meminta pemerintah pusat segera mempertimbangkan Kabupaten yang dipimpinnya dan Kabupaten Anambas menjadi Provinsi Khusus yang memiliki kewenangan pemerintahan daerah terhadap kedaulatan perairan laut di wilayah Natuna.

Hal itu diungkap Bupati Natuna, Abdul Rizal seperti dirilis wartawan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Natuna, menyusul adanya informasi yang diketahui bahwa, Komando Armada I TNI AL melaporkan, Kamis (02/01) tentang adanya Coast Guard China yang mengawal beberapa kapal nelayan Negeri Tirai Bambu yang sedang melakukan aktivitas perikanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Wilayah Laut Natuna Utara.

Hal itu langsung direspon dengan bergeraknya KRI Tjiptadi-381 dan KRI lainnya, mencegat dan menghalau kapal Coast Guard China yang mengawal kapal-kapal nelayan China tersebut keluar wilayah Laut Natuna.

Mensikapi kejadian itu, Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si menegaskan bahwa masuknya nelayan-nelayan China yang dikawal oleh kapal Coast Guard, yang juga dilandasi dengan argumen resmi dari Juru Bicara Kemlu China, Geng Shuang yang menyatakan bahwa perairan di sekitar Kepulauan Nansha (Spratly Islands). Termasuk Laut Natuna Utara sebagai wilayah tradisional penangkapan ikan mereka, adalah bentuk gangguan terhadap kedaulatan Republik Indonesia. Klaim sepihak itu telah diprotes keras oleh Pemerintah Republik Indonesia karena ZEE Indonesia di perairan Natuna memiliki legal standing, yakni UNCLOS 1982.

“Kami mendukung penuh sikap TNI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk menggelar kekuatan yang lebih besar lagi di Wilayah Natuna agar bisa memantau, mencegah dan menangkal setiap upaya gangguan kedaulatan terhadap Wilayah Republik Indonesia di Laut Natuna Utara,” kata Bupati Natuna, Abdul Rizal, Jumat (03/01).

Bahkan, Bupati Abdul Rizal mengusulkan, agar Pemerintah Pusat memperkuat/meningkatkan kedudukan pemerintahan di wilayah Kabupaten Natuna dan Anambas menjadi Provinsi Khusus. Alasannya, karena berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa, pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki kewenangan terhadap perairan laut. Sehingga tidak bisa berbuat banyak dalam menjaga dan mengelola wilayah perairan Natuna.

Dengan dijadikannya Natuna sebagai Provinsi khusus, maka akan meningkatkan kewenangan dan kemampuan dalam menjaga, mengelola dan turut serta mengawal wilayah pantai dan laut di Natuna khususnya wilayah perbatasan yang saat ini merupakan kewenangan Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan segala kemampuan dan sumber daya yang ada, lanjuta Bupati Abdul Hamid Rizal, Pemerintah Kabupaten Natuna beserta warga masyarakat siap sedia mempertahankan kedaulatan NKRI di Natuna. (Samone)

Pos terkait