Buka Pelatihan Hukum Ketenaga Kerjaan, Bupati Minta Jaga Hubungan Harmonis Pekerja Dan Perusahaan

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14|Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta agar perusahaan menjaga hubungan harmonis dengan pekerjanya. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya perselisihan yang terjadi antara pihak perusahaan dan para karyawannya.

Menurut Bupati, hubungan industrial bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi, harmonis dan dinamis antara pelaku proses produksi tersebut. “Oleh karena itu masing-masing pelaku produksi tersebut melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik,” kata Bupati saat membuka pelatihan hukum ketenaga kerjaan dan hubungan industrial Kabupaten Mimika tahun 2021 di hotel Horison Diana, Senin (8/3).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, hubungan industrial merupakan hubungan proses produksi barang maupun jasa yaitu pengusaha pekerja dan pemerintah. Peran pekerja adalah pelaksana pekerjaan sesuai kewajibannya.

“menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, penyaluran aspirasi secara demokrasi serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya,”katanya.

Bupati mengatakan, peran pengusaha adalah menciptakan kemitraan, membangun usaha dan memperluas lapangan kerja. Sedangkan peran Pemerintah adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, pengawasan dan penindakan serta penanganannya dengan terciptanya hubungan industrial yang serasi, aman dan harmonis.

“Di harapkan dapat meningkatkan produktifitas kerja, sehingga dengan demikian perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang. Sehingga kesejahteraan pekerja dapat di tingkatkan,” jelasnya.

Bupati berharap dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan dapat menciptakan SDM hubungan industrial yang unggul, sehingga dapat menjaga hubungan industrial di perusahaan yang harmonis, dinamis dan berkeadilan serta menciptakan iklim ketenagakerjaan di Kabupaten Mimika menjadi kondusif.

“Para peserta diharapkan mampu menjadi pionir dan pemimpin yang visioner agar dapat mengantisipasi terjadinya perselisihan antara pekerja dan pengusaha di perusahaan masing-masing,” ungkap Bupati.

Sementara mewakili Kementrian Ketenagakerjaan RI Plt Dirjen PHI dan Jaminan Sosial Retno Isnaningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa, hubungan industrial yang baik adalah hubungan dimana didalam pelaksanaannya masing-masing pemilik peran yaitu Pengusaha, Pemerintah dan Pekerja harus memiliki Dinamika yang selalu bergerak.

“Seperti oh ini maunya pak Bupati seperti ini atau maunya pengusaha harus diikuti itu tidak bisa seperti itu. Karena semua punya hak suara, karena ketika ada masukan yang positif harus kuta akui bahwa itu merupakan kebijakan yang baik,” tuturnya.

Pihak Kementrian Ketenagakerjaan meminta agar masalah ketenagakerjaan yang terjadi selama ini bisa diselesaikan secara baik. Selain itu juga secepatnya bisa diselesaikan, karena minimnya masalah dan cepatnya penyelesaian masalah ketenagakerjaan akan membuat Kabupaten Mimika nantinya sebagai daerah percontohan.

“Apabila masalah ketenaga kerjaan dapat diselesaikan dengan baik maka masuknya investasi semakin baik. Sehingga akan mengurangi angka pengangguran yang ada saat ini,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika bersama dengan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Untuk peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 74 orang, yang terdiri dari utusan dari 27 perusahaan dan 4 serikat.

Kegiatan yang akan dilakukan selama tiga hari ini pesertanya dibatasi karena Pandemi untuk pekerja lainnya yang belum mengikuti akan diikutkan dalam tahap berikutnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait