BPK GBGP Mimika Resmi Dilantik

  • Whatsapp

Badan Pekerja Klasis (BPK) GBGP Klasis Mimika usai pelantikan, Sabtu (25/01).

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I     Badan Pekerja Klasis (BPK) Gereja Bethel Gereja Pentakosta (GBGP) di Tanah Papua Klasis Mimika masa bakti 2020-2024, Sabtu (25/1) resmi dilantik oleh Ketua Sinode GBGP di Tanah Papua, Pendeta Portunatus Numbery, SE. MKD di Gereja GBGP Jemaat Yope, di Jalan Hasanudin – Timika.

Pelantikan tersebut berdasarkan surat keputusan nomor 01.001/SPb/GBGP/Klasis-TMK/2020 saat dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musdah) IV GBGP Klasis Mimika, tanggal 19 Januari lalu yang diikuti oleh 9 jemaat. Diantaranya GBGP Jemaat Yope, GBGP Jemaat Kasih, GBGP Jemaat Kasih Karunia, GBGP Jemaat Anugerah, GBGP Jemaat Suara Makedonia,GBGP Jemaat Bethani, GBGP Jemaat Imam Besar Allah, GBGP Jemaat Kristus Imam Besar, GBGP Jemaat Yerusalem Baru.

Ketua Sinode GBGP di Tanah Papua, Pdt. Portunatus Numbery, SE. MKD mengatakan, BPK yang telah dilantik memiliki tanggung jawab untuk mempersatukan jemaat-jemaat yang berada di lingkup GBGP Klasis Mimika. Terutama melaksanakan misi Tri Panggilan Gereja dalam bentuk Marturia, Koinonia, dan Diakonia atau Bersekutu, Bernsaksi dan Melayani.

“Tugas dan tanggung jawab utama BPK GBGP di Mimika ialah menjalankan amanat dan misi Tuhan di Mimika,” kata Pendeta Portunatus usai melantik BPK GBGP Mimika.

Ia berharap, program-program yang telah dilaksanakan oleh BPK yang lama bisa dilanjutkan. Termasuk merancang program-program yang baru untuk pengembangan GBGP Mimika kedepan.

“Saya berharap kepada pengurus yang baru dilantik dapat melaksanakan amanat yang telah di percayakan,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen atau Penbinmas Kristen di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mimika, Yunus Wanenda, S. PAK mengatakan, setiap gereja-gereja miliki kemitraan dengan pihak Kementrian agama. Apakah dalam pembinaan kelembagaan dan secara organisasi mampu berdiri sendiri dalam pengelolaan daya, theologi dan dana.

“Kementrian agama tetap memberikan kemitraan dalam rangka pembina kepada lembaga kepada Klasis GBGP, ” kata Yunus.

Menurutnya, apabila sebuah lembaga dikatakan mandiri dari sisi daya, theologi dan dana, maka lembaga tersebut mampu untuk mengelola organisasinya dengan baik. Apakah itu dari sisi kemampuan atau potensi yang ada pada jemaat untuk memberikan injil dan seluruh gerak pelayanan. Sehingga ada regenerasi dalam suatu kelembagaan. Sebab, gereja hadir untuk melaksanakan Tri Panggilan Gereja.

“Kalau gereja mandiri maka dia bisa mengelola organisasinya dengan baik,” terangnya.

Ketua Klasis GBGP Mimika yang baru, Pendeta Alwi Muabuay mengatakan, tanggung jawab yang diemban untuk pemimpin lembaga GBGP di Mimika tentunya merangkul seluruh jemaat yang ada di Klasis GBGP Mimika untuk bersama-sama melanjutkan berbagai program. Baik program lama yang sudah berjalan maupun ada program-program baru dan terus membangun komunikasi dan terlibat dalam pembangunan, dan bersama menjaga Mimika tetap aman.

“Apa yang sudah menjadi program kerja yang telah dilaksanakan oleh BPK yang lama, kami akan lanjutkan dan membangun komunikasi untuk melihat hal-hal yang nanti akan diteruskan. Bagaimana menyentuh masyarakat Amungme dan Kamoro untuk menerima keselamatan dari Tuhan,” ungkapnya.

Pendeta Yohanis Marani, S. Th selaku mantan ketua klasis GBGP Mimika mengatakan, selama dua periode pemimpin lembaga ini ada berbagai keterbatasan, kekurangan, serta tantangan. Namun semua itu bisa berjalan karena campur tangan Tuhan.

Dirinya berharap, tongkat kepemimpinan ketua Klasis yang baru bisa bekerjasama dengan semua pihak dan saling mendukung, sehati, sepikir, untuk mewartakan karya keselamatan

“Pesan saya, dalam kepemimpinan mari bekerjasama, saling mendukung, satu hati, satu pikiran untuk menjalankan roda daripada pekerjaan Tuhan lewat Klasis GBGP Mimika sampai selesai masa bakti,” harapnya. (Mrc)

Pos terkait