Biaya Transportasi Mahal Distrik Hoya Butuh Lapter

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14|Besarnya biaya transportasi di Distrik Hoya membuat masyarakat dan para perangkat mengeluh, sehingga Pemkab Mimika diminta untuk segera menyelesaikan pembangunan Lapangan terbang (Lapter) yang sudah dalam proses pembangunan sebanyak 70 persen. Sehingga masih tersisa 30 persen yaitu untuk pemerataan Lapter sehingga sudah bisa di gunakan.

Kepala Distrik Hoya, Karel Kum mengaku tidak sedikit dana yang dikeluarkan untuk bisa mencapai ibu Kota Kabupaten Mimika (Timika), biaya yang dikeluarkan untuk sekali terbang menuju Kota menggunakan coper (Helikopter) mencapai Rp. 80 Juta.

Bacaan Lainnya

“Kami disana tidak ada transportasi lain untuk bisa pulang pergi ke pedalaman atau pergi ke kota. Kalau mau turun ke kota, saya dengan kepala kampung lain sumbang- sumbang bayar coper untuk bisa ke kota. satu kali terbang kami bayar Rp. 70-80 juta, kalau pulang balik berarti Rp.100 juta lebih, ” Karel saat ditemui di Mil 32, Selasa (27/4/2021)

Karel mengungkapkan bahwa mau tudak mau hal itu harus dilakukan, sehingga bisa mengurus administrasi dan segala macam yang berurusan dan pemerintahan. Karel mengaku, pihaknya menggunakan dana operasional Distrik dan juga kampung untuk bisa membayar coper.

“Kita biasa mau turun atau naik itu tidak menentu tergantung kebutuhan atau keperluan. Kita juga bisa gunakan jalan darat tapi itu butuh waktu mencapai 3-4 hari bahkan lebih untuk bisa sampai di tujuan,” ungkapnya.

Selain itu Karel juga mengungkapkan bahwa karena terkendala transportasi sebagian besar pegawai Distrik Hoya yang merupakan Putra Asli Papua harus tetap ditempat dan tidak pernah melihat wajah kota seperti apa. Saat ini jumlah pegawai Distrik Hoya sebanyak 12 orang.

“Ada yang biasa saya bawa untuk turun naik (Kota-Pedalaman) tapi itu hanya mereka yang dibagian tertentu untuk mengurus administrasi begitu, ” tambahnya.

Menurut Karel masyarakat Hoya sangat membutuhkan adanya lapangan terbang (Lapter) sehingga bisa menjadi alat transportasi subsidi bagi masyarakat di pedalaman.

“Lapter sebenarnya sudah dibangun pemkab Mimika melalui Dinas teknis tetapi belum terselesaikan. Mereka kerja batas tahun 2018 lalu baru sekitar 70 persen, tetapi sampai sekarang belum ada rencana untuk pengerjaan lanjutan, alat berat juga masih ada disana,” ujarnya.

Karel mengakui bahwa pembangunan lanjutan Lapter di Hoya juga telah diusulkan dalam musrenbang Distrik Hoya tahun 2022. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten untuk lanjutkan pekerjaan itu, tapi karena ada kegiatan nasional yaitu PON yang harus dilaksanakan tahun ini, sehingga pembangunan lanjutan lapter masih menjadi pertimbangan. “Musrenbang kemarin kami sudah usulkan 40 kegiatan dengan kegiatan prioritasnya adalah pembangunan lanjutan Lapangan Terbang. ,” tuturnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait