Berhasil Di Tangkap Ternyata Pelaku Yang Memanah Dua Warga Di SP 3 Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

  • Whatsapp
Alami Gangguan Jiwa Pelaku TW (tengah) saat diamankan oleh petugas sejam setellah memanah dua warga

Timika – Tabaos14| Tim Satreskrim Polres Mimika bersama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana berhasil mengamankan pelaku penganiayaan berinisial TW (40) terhadap dua orang warga dengan menggunakan panah di kediamannya di Kampung Gimbi (Kompleks Gereja Paulus) SP 3 Timika, Rabu (13/1/21) malam sekitar pukul 23.00 Wit.

Pelaku TW diamankan oleh petugas satu jam setelah melakukan aksinya dengan memanah dua korbannya yakni Slamet Misriono dan Perinus Omaleng saat sedang melintas di Jalan Cendrawasih depan Benglap.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diperoleh usai diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Kantor Polsek Kuala Kencana Timika, diduga pelaku TW mengalami gangguan jiwa (tidak normal). Meski demikian saat petugas masih menahan pelaku guna proses penyelidikan dan penyidikan.

Seperti diketahui kejadian tersebut berawal pada Rabu (13/1/21) sekitar 19.30 WIT, saat itu korban pertama yakni Slamet Misriono mengendarai motor dari Timika menuju pulang ke rumahnya di SP 3 Trans Baru.

Saat melintas di jalan poros Cenderawasih SP 3 (depan Benglap Timika) Slamet Misriono melihat seseorang membawa panah dengan posisi siap memanah di kanan jalan. Korban kemudian mendahului mobil pick up dari sebelah kiri.

Tiba-tiba korban merasakan terkena panah di bagian leher bagian kanan. Namun korban terus melanjutkan perjalanan hingga ke rumahnya, sambil mencabut anak panah yang menancap di leher. Setibanya di rumah korban dalam kondisi berlumuran darah langsung diantar oleh keluarganya ke RSMM.

Sekitar satu jam kemudian Korban ke dua yakni Perinus Omaleng membonceng istrinya Sefrince Bukaleng dari Timika menuju pulang ke rumahnya di Jalan Agimuga Mile 32. Saat melintas di jalan Cenderawasih SP 3 tiba-tiba panah telah tertancap di dada kanan korban.

Korban yang tidak mengetahui siapa pelakunya tetap melanjutkan perjalanan dan berhenti didepan meubel Jepara dan mencabut anak panah yang tertancap. Selanjutnya korban menunggu ojek dan diantar ke RSMM, sementara motor korban di tinggal di lokasi dekat mebel Jepara.

Saat ini korban Slamet Misriono masih dirawat mendapat penanganan oleh tenaga medis, di Rumah Sakit Caritas SP 3. Sedangkan Korban Perinus Omaleng harus mendapatkan penanganan intensif. Rencananya korban akan dioperasi untuk memastikan luka yang dialami kena paru-paru atau tidak.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait