Beras Pra Sejahtera Ada ‘Miskom’ dan Tetap Butuh Pemantapan

Kepala Kelurahan Kwamki, B. Hence Suebu, SE., M.Si

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I    Meski mengakui telah terjadi Miss komunikasi (miskom) atau kesalah-pahaman yang menyebabkan salah satu RT-nya menolak penyaluran beras pra sejahtera, Lurah Kwamki B. Hence Suebu tetap mengharapkan agar mekanisme dan kejelasan penyalurannya harus kembali mengalami perbaikan.

“Ini juga karena demi rakyat kecil. Jadi, saya sudah mendapatkan kejelasan masalahnya, khususnya soal penyaluran beras pra sejahtera yang dikompensasikan sebesar Rp20 juta itu. Hal itu karena saat sosialisasinya dilakukan, baik RT yang ditunjuk sebagai Agen Penampungan dan Distributor bahkan Pendamping juga tidak sempat hadir. Makanya mereka juga blank soal apa yang sudah disosialisasikan kepada pendamping dan kios-kios yang ditunjuk Kelurahan sebagai Agen Penyalur Beras Pra Sejahtera itu,” jelas Lurah Hence Suebu saat ditemui di Kantor Kelurahan Kwamki, Jumat (24/01).

Meski begitu, Kepala Kelurahan Kwamki merasa perlu juga dilakukan perbaikan sehingga semuanya menjadi jelas. Bahkan soal bagaimana rasionalisasi dari kompensasi harga Rp20 juta untuk jatah Dua Ton Beras, itu juga, dirinya tak bisa menjelaskan.

“Kalau soal itu saya tidak tahu tetapi memang harus dilakukan perbaikan agar semua jelas dan paham serta tidak menimbulkan polemik,” tutur Lurah Hence Suebu.

Seperti diketahui sebelumnya diberitakan bahwa akibat tidak mendapatkan sosialisasi, Ketua RT13 Kelurahan Kwamki, Cosmos Zondegau menyampaikan penyaluran beras pra sejahtera kementerian itu dikompensasikan seharga Rp20 juta, untuk penerimaan beras pra sejahtera dua ton.

Hal itu sontak membuat Lurah Kwamki berang dan polemik dengan beberapa pendamping program itu bahkan salah satu Kabid di Dinas Sosial, namun berhasil rendah setelah mendapat kesepakatan akan dilakukannya pertemuan penyelesaiannya.

Konfirmasi pihak terkait lainnya, sejauh ini juga belum sempat mendapatkan penjelasan resminya. (Samone)

Pos terkait