Batasi Kuota Jumlah Penonton Karena Prokes, Ratusan Penonton Tidak Diperbolehkan Masuk, Penonton Kecewa

  • Whatsapp
Sejumlah penonton saat berada di depan pintu masuk Gor futsal/ fotografer : Salmawati
Sejumlah penonton saat berada di depan pintu masuk Gor futsal/ fotografer : Salmawati

Timika – Tabaos14 | Babak penyisihan grup yang mempertandingkan cabang olahraga Futsal antar Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di GOR Futsal Jalan poros SP2, Timika, menyisahkan kekecewaan bagi ratusan penonton yang merupakan pendukung dari kedua tim yang bermain.

Ratusan penonton yang memiliki tiket, namun mereka tidak diperbolehkan untuk menyaksikan secara langsung lantaran kapasitas penonton sudah mencukupi.

Bacaan Lainnya

Pantauan lapangan, sebagian penonton meluapkan emosi dengan mempertanyakan mekanisme yang dibuat panitia. Terlihat, dari tiga pintu ticketing yang dijaga ketat sudah ditutup.

“Sudah antri satu jam. Kita dari tadi berdiri disini. Tapi tidak bisa masuk karena penuh katanya,” ujar salah satu penonton Asrul Fariz yang masih mengantri.

Ia mengaku kecewa lantaran telah menonton pertandingan sejak awal yakni tim Sulsel melawan Jatim.

Namun, saat hendak menonton pertandingan tim futsal Papua melawan NTB, ia harus antri bersama rekan-rekannya tanpa kepastian.

“Kita datang dari pertandingan awal. Tapi tidak begini. Kami hanya keluar sebentar dan ingin masuk di pertandingan sekarang,” keluhnya.

Sementara itu, menanggapi ratusan penonton yang tidak diperbolehkan masuk. Pj tiketing bidang pemasaran PON XX Papua Klaster Mimika, Aminudin mengatakan, panitia menyediakan kuota tiket sesuai prokes. Yang mana penonton offline 40 persen dan online 60 persen yang dibeli secara gratis pada aplikasi tiket.com.

“Kami juga heran. Tiket masih sama seperti kemarin. Karena itu sudah aturan 25 persen dari kapasitas venue. Di dalam sudah full tapi tiketing masih banyak diluar,” ujarnya sembari melanjutkan koordinasi bagian dalam pertandingan.

Rasa kekecewaan juga dirasakan awak media yang terkendala dalam akses masuk meski sudah dilengkapi rompi dan ID baik itu ID Pers hingga ID PON XX Papua.

Tak hanya itu, sebagian awak media bahkan tidak diperbolehkan masuk. Beruntung, petugas Kepolisian yang mengerti pekerjaan jurnalis membantu agar awak media diberikan akses masuk.

Penulis: Humas
Editor: Riki Lodar
  • Whatsapp

Pos terkait