Baru 36 Persen, BPKAD Akui Ada Keterlambatan Penyerapan APBD Mimika

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Mimika, Jania Basir.

Timika – Tabaos14 | Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Jania Basir mengakui adanya keterlambatan pada penyerapan Anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun anggaran 2022 yang mana baru mencapai 36 persen.

“Iya memang ada keterlambatan tapi itu karena di dalam proses pengadaan barang dan jasa, harus ada lelang tender dan sebagainya. Namun, sejauh ini kita lihat pergerakannya relatif masih bagus,” ujarnya saat ditemui di Terminal Bandara Mozes Kilangin, Rabu (27/7/2022).

Lebih lanjut Jania mengungkapkan bahwa sesudah kegiatan monitoring dan evaluasi pada 12 Juli lalu, persentase penyerapannya sudah mulai meningkat.

“Saat itu kan serapan fisik baru 18,93 persen dan serapan keuangan 22 persen. Sekarang sudah lebih meningkat,” katanya.

Jania menyampaikan ada beberapa OPD pengelola anggaran yang agak lambat karena sifatnya lelang tender.

“Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan itu kan karena mereka mengelola anggaran yang sifatnya lelang dan tender sehingga kita maklumi,” tuturnya.

“Ditambah pagu yang mereka kelola pun tidak kecil. Jadi Kalau semua kontrak sudah clear maka uang muka 30 persen diberikan. Kalau begitu kan presentasi pasti naik diatas 50 persen lebih,” imbuhnya.

Menurut Jania saat ini proses di BPKAD sudah jauh mudah. Kata dia semua tergantung dari OPD saja. Jika OPD sudah masukkan penagihan maka langsung diproses kar ena uangnya pun ada.

“SPJ juga sudah tidak dimasukkan lagi ke keuangan. Artinya langsung ke masing-masing OPD. Sementara yang akan diperiksa oleh BPKAD hanya SPM dan e-billing atau nilai pajak,” jelasnya.

Kata Jania, apabila nilai pajaknya sudah sesuai dan SPM atau nomor rekening sudah benar maka langsung kita proses.

“Jadi kita tidak periksa lagi kelengkapan tagihan karena itu semua sudah kembali ke OPD, sehingga tidak dilampirkan lagi ke keuangan,” jelasnya.

Sedangkan untuk DAK, Jania mengatakan tahap pertama maupun tahap kedua telah dilakukan transfer.

“Jadi dana Otsus dan DAK sudah aman. Kami optimis akhir tahun ini targetnya tercapai,” pungkasnya.

Pos terkait