Bappeda Mimika Bersama PTFI Gandeng Pihak Swasta Lainnya Ikut Berkontribusi Dalam Pencapaian Target TPB/SDGs

Memukul tifa secara bersama menandai dibukannya kegiatan sosialisasi talkshow sosialisasi rencana aksi daerar TPB/SDGs Kabupaten Mimika tahun 2020-2024 di hotel Cartenz jalan Budi Utomo, Rabu (20/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku pihak swasta yang telah terlebih dahulu mendukung dan berkontribusi terhadap program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), menggandeng pihak swasta lainnya dalam pencapaian target program tersebut.

Hal tersebut dilakukan dengan menggelar sosialisasi talkshow sosialisasi rencana aksi daerar TPB/SDGs Kabupaten Mimika tahun 2020-2024 di hotel Cartenz jalan Budi Utomo, Rabu (20/7/2022).

Dalam sambutannya Bupati Mimika yang di bacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Hedritte Tandiono mengatakan, tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals (TPB/SDGs) merupakan komitmen global dan nasional yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan pangan, perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar, kesenjangan antara daerah, kelompok pendapatan, dan gender, akses terhadap keadilan, perbaikan kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif dan cara pelaksanaanya melalui proses perencanaan dan pelaksana yang partisipatif.

Berfoto bersama usai pembukaan kegiatan.

“Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika memiliki komitmen untuk melaksanakan pembangunan guna pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam Visi Bupati Dan Wakil Bupati Mimika, menjadi visi pembangunan jangka menengah (RPJMD) tahun 2020-2024 yaitu” terwujudnya Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera”,”kata Hendritte.

Hendritte mengatakan, wujud dari komitmen tersebut diawali dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bupati Mimika nomor 205 tahun 2021 tanggal 10 juni 2021 tentang pembentukan tim koordinasi daerah pelaksana tujuan pembangunan development goals berkelanjutan/sustainable Kabupaten Mimika 2020-2024, yang merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksana pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan serta bagian dari proses pelaksanaan RPJMD Kabupaten Mimika 2020-20224 dalam proses penyusunan tim sekretariat TPB Pemda Mimika secara inklusif mengajak peran serta dari para pelaku non pemerintah/non state aktor, dunia usaha maupun sektor lainnya sehingga pencapaian TPB/SDGs dapat dilakukan secara inklusif dan partisipatif.

“Pelibatan pelaku non pemerintah juga sejalan dengan prinsip “no one lefft behind” atau tidak ada satu pihak yang tertinggal, prinsip ini berlaku untuk kedua pihak, baik penerima manfaat maupun pelaku pembangunan,” tuturnya.

Di katakan kegiatan ini juga untuk mengajak kolaborasi multi pihak, terutama kepada pelaku non pemerintah dengan tujuan,
Pertama, memberikan informasi kepada peserta tentang tujuan pembangunan daerah rencana aksi berkelanjutan (RAD-TPB) Kabupaten Mimika periode 2020-2024, sebuah dokumen publik yang dapat dijadikan acuan multi pihak untuk terlibat dalam pembangunan di Mimika.

Dengan mengetahui dan memahami RAD ini diharapkan semua pihak bisa merencanakan dan melaksanakan peran kepada dalam kontribusinya masing-masing pembangunan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Kedua, memberikan contoh kontribusi yang sudah dan akan dilakukan oleh pelaku pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mimika, khususnya yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrim. Dalam kesempatan ini akan di sampaikan oleh PTFI dan YPMAK untuk dapat mendorong partisipasi dari pelaku pembangunan non pemerintah lainnya.

Ketiga, memberikan kesempatan yang lebih luas kepada banyak pihak untuk turut serta dalam kolaborasi kegiatan tujuan pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals di Kabupaten Mimika.

Keempat, melakukan identifikasi indikator tambahan yang dapat dicantumkan dan ditambahkan dalam rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan Kabupaten Mimika.

Sementara mewakili manajemen PTFI yaitu Technical Advisor Community Affair PTFI, Arnold Kayame saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, program RAD merupakan momen yang bagus untuk dilakukan agar pembangunan di Kabupaten Mimika bisa terintegrasi, baik dari sisi Pemerintah maupun Swasta.

“Melalui ini kami yang sudah berkontribusi sejak dulu bisa menyesuaikan dengan regulasi yang baru yang menyangkut TPB/SDGs itu. Dari sisi itu Freeport sudah siap melihat semuanya seperti yang sudah Freeport lakukan selama ini,” kata Arnold.

Menurut Arnold dari 17 tujuan TPB/SDGs Freeport sudah melaksanakan ada 16 tujuan dan juga melaksanakan 69 dari 163 indikator yang ada.

“Artinya dari sisi Freeport kita sudah bisa memberikan kontribusi ke Pemda untuk dicatat sebagai bagian dari pada proses pembangunan di Kabupaten Mimika,”tuturnya.

Arnold mengungkapkan, bentuk dukungan terhadap program pembangunan tersebut PTFI membuat Surat Keputusan (SK) untuk tim Tasfords yang fokus pada pembangunan daerah.

“Pimpinan kita sangat dukung sampai Perusahaan buat tim yang fokus pada TPB/SDGs lho. Artinya Freeport melihat ini sebagai suatu momen yang positif untuk bersama-sama Pemerintah menata kembali pembangunan di Mimika ini,” ungkapnya.

Sementara pihak yang ditunjuk untuk menyusun laporan TPB/SDGs yaitu Partnership ID melalui Managing Partner Kemal Soeriawidjaja menambahkan, Tujuan dari pemerintah daerah menggandeng pihak swasta untuk program TPB/SDGs adalah agar pihak swasta mencatat dan memberikan data-data apa yang sudah dilakukan selama ini dalam kontribusi pembangunan daerah.

“Kadang-kadang perusahaan sudah melakukan tapi mereka belum pahan dan tidak mencatat apa saja yang sudah dilakukan. Seperti Freeport mereka sudah mencatat dari 17 tujuan mereka sudah lakukan 16 dan dicatat,” kata Kemal.

Menurut Kemal apa yang dilakukan oleh pihak swasta seperti PTFI dalam berkontribusi terhadap program TPB/SDGs yaitu membangun proses yang harus dilakukan untuk mendukung suksesnya program tersebut.

“Misalnya bagaiman step-step yang harus dilalui oleh Bappeda, misalnya bagaimana mengeluarkan SK  seperti apa yang sesuai. Selain itu membuat pertemuan sosialisasi dan mengajak pihak swasta lainnya, nah proses-proses tersebut sudah di dukung oleh PTFI,” ungkapnya.

Selanjutnya, Sekretaris Bappeda Yoseph Manggasa mengatakan, selama ini yang baru diakomodir adalah YPMAK dan PTFI namun sekarang pelaku usaha dan non pemerintah lainnya juga berperan dengan harapan semua ini melaporkan pelaksanaan-pelaksanaan program kegiatan yang menyasar ke SDGs supaya nanti dirangkum secara paripurna untuk dilaporkan ke sekretariat nasional.

Tujuan lainnya adalah bagaimana keterlibatan dari pihak-pihak lain seperti tokoh-tokoh agama, lembaga-lembaga pendidikan dan lainnya sehingga komitmennya lebih luas.

“Di indikatornya SDGs kan sudah jelas nanti ini akan kita tindaklanjuti untuk mengkonfirmasi mereka ini sedang melakukan atau melaksanakan indikator yang mana di dalam target-target yang ada yanki 17 tujuan tersebut. Misalnya macam tadi dari perusahaan UT ternyata sudah memberikan beasiswa berarti itu masuk ke tujuan nomor 4 pendidikan berkualitas,” kata Yoseph.

Yoseph mengatakan, bahwa tujuan nomor 4 ini banyak target dan indikatornya, sehingga nanti akan ditanyakan lagi beasiswa anak SMP atau SMA guna menocokkan dengan indikatornya.

“Jadi masing-masing nanti akan dipetakan apa program kegiatan yang mereka lakukan dan menyasar ke indikator berapa di dalam setiap tujuan. Kan matriksnya lain, pemerintah lain dan non pemerintah lain jadi tidak akan tumpang tindih nanti,” jelasnya.

Katanya, pembangunan ini bukan tanggung jawab pemerintah sendiri tetapi seluruh komponen seperti ada pengusaha ada masyarakat bahkan pribadi-pribadi pun bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pembangunan juga.

“SDGs ini kita harapkan menjadi wadah untuk kita mencatat kontribusi-kontribusi atau peran masing-masing sektor untuk mencoba mengambil peran dalam proses pembangunan dan pelaksanaan SDGs,”ujarnya.

Pos terkait