Badan Pusat Statistik : Naik 5,54 Persen Jumlah Penduduk Mimika Berjumlah 311.969 Jiwa

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2020 baik secara daring maupun offline oleh Badan Pusat Statistik (BPS Mimka) jumlah penduduk Kabupaten Mimika tercatat sebanyak 311.969 jiwa.

Kepala BPS Kabupaten Mimika Trisno L Tamanampo mengatakan pihaknya telah melaporkan hasil sensus penduduk tersebut kepada Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Slamet Sutedjo dalam rapat tertutup yang digelar di rumah jabatan wakil bupati Mimika Rabu (31/3/2021).

Bacaan Lainnya

“Jadi kami tadi sudah presentasi walaupun hanya singkat saja, dan kami sudah sampaikan hasilnya 311.969 jiwa,” kata Trisno saat ditemui usai melaksanakan rapat tertutup di rumah Jabatan Wabup Mimika, Rabu (31/3/2021).

Trisno mengungkapkan bahwa, terdapat sedikit perbedaan data antara hasil sensus penduduk yang dilaksanakan BPS dengan data Dukcapil Mimika. Meskipun sedikit selisih sesuai dengan Perpres No 39 Tahun 2019 maka hasil dari sensus maupun data Dukcapil harus sama, guna menunjang program Indonesia satu data pada tahun 2024. “memang sedikit ada perbedaan angka dengan data Dukcapil Mimika yakni 373 jiwa,” ungkapnya.

Menurut Trisno guna menanggulangi hal tersebut, pihaknya pun akan terus berkomunikasi dengan Dukcapil agar data dapat sesuai sebelum tahun 2024.Trisno juga menambahkan pada September mendatang, masih akan ada sensus lanjutan.

“Sensusnya berupa sampel saja, jadi tidak semua penduduk didata, jadi nanti kita akan bisa melihat perbedaan data yang ada di Dukcapil dengan kami (BPS Mimika). Semoga penyebab perbedaan itu bisa terjawab di sensus penduduk lanjutan ini,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutedjo mengungkapkan selama ini perbedaan data sangat signifikan terjadi antara BPS dan Dukcapil pada tahun 2010 lalu, Bahkan hasil sensus BPS yakni Mimika dalam angka, terjadi perbedaan sekitar 219.000 jiwa.

“Adanya Perpres tadi, namanya menuju pasti masih berproses, pada prinsipnya saya sangat apresiasi sekali dengan BPS Mimika atas kerjasama yang baik dengan Pemkab akhirnya selisih sudah bisa dipangkas menjadi sekitar 373,” jelasnya.

Menurut Slamet, selisih wajar terjadi karena tingginya mobilitas warga di Kabupaten Mimika, dengan adanya perpindahan juga kelahiran serta kematian. “Data Dukcapil Mimika kita ambil pada September 2020 lalu kemudian sudah kami perbarui pada Desember 2020 dan hasilnya nyaris sama, ini merupakan sejarah di Mimika,” ujarnya.

Selama ini kata Slamet, data Dukcapil dan BPS selalu berbeda sehingga membuat bingung mana data yang akan dijadikan acuan sementara untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “meski beda, kalau soal indikator kemiskinan selalu pakai data dari statistik,” tuturnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait