Arahan Wakapolda Kepada Anggota Polres Mimika Dan Brimob Yon B, Hadapi Permasalahan Perlu Pendekatan Melalui Adat

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto memberikan arahan kepada personil Polres Mimika dan Brimob Yon B serta Polsek Jajaran Mimika tentang Perisai (Pengerahan Personel Menghadapi Transformasi) di ruang meeting Hotel 66 Jalan Cendrawasih Timika, Kamis (10/6) malam.

Hadir dalam kegiatan yakni Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adinata, S.IK., Dan Yon B Pelopor Mimika Kompol Ramadhona, SH. S.IK., Wakapolres Mimika Kompol Sarraju, SH., Para Kasatker, Kasatfung dan Kapolsek Jajaran Polres Mimika, Para Perwira Brimob Yon B Mimika, Para personel Brimob Yon B Mimika, Para personel Polsek Jajaran Polres Mimika dan Para personel Polres Mimika.

Bacaan Lainnya

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam kurun waktu 1 tahun belakangan ini situasi Wilayah Kabupaten Mimika dalam keadaan kondusif, hal itu semua karna rekan-rekan sekalian kompak dalam bekerja, baik sinergis lingkup Polri, TNI dan Masyarakat.

Meski demikian kata Era bahwa, dibutuhkan kerja sama, melihat kwantitas personil Polres Mimika tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang terus meningkat, serta pembangunan yang sudah dibangun sampai ke pelosok-pelosok.

“Oleh karena itu kerja sama antara TNI-Polri dan juga Masyarakat harus terus dibangun sehingga situasi akan tetap aman. Kita berharap Bapak Wakapolda Papua bisa memberikan motivasi kepada kami selaku anggota yang mana kedepan kita masih butuh banyak bimbingan,” kata Kapolres.

Sementara itu dalam kesempatannya Wakapolda Papua dalam arahannya mengatakan terkait Kamtibmas melihat apa yang selama ini dilakukan oleh Bimas Noken masih sebatas di permukaan. Sehingga perlu menggunakan teori/ilmu Genologi atau ilmu yang mempelajari asal usul sejarah dan warisan budaya suatu orang/daerah/bangsa.

“Contoh seperti saat ini yang kita lihat di Timika yaitu Pos Peka (peduli keamanan) yang perlu kita jaga dan kembangkan, oleh karenanya tetap jaga soliditas dan kekompakan agar api semangat tetap berkobar.

Sedangkan terkait dengan pelaksanaan tugas kita menghadapi permasalahan yang terjadi dan intens di Papua, dalam penanganannya diperlukan beberapa metode dan program-program Kepolisian dalam rangka peningkatan keamanan ditiap sektor yang didasari Impres No. 9 Th. 2020.

“Oleh karena itu, selain secara eksternal, implementasi Binmas Noken secara internal berlaku bagi semua fungsi teknis Kepolisian dan fungsi pendukung yang secara konsep teknis operasionalisasi dirangkum dalam program-program dengan jargon local,” katanya.

Beberapa jargon local itu seperti Kasuari (Kesejahteraan untuk anak negeri), Koteka (komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas), Si-ipar (polisi pi ajar), Peka (Peduli Kamtibmas), Matoa (Millennial Torang Maju), Papeda (pemuda pemudi cendikia) dan TIFA (Torang Insan Faham Adat: Masdarwis).

“ Saya harap kedepan Jargon-jargon lokal ini dapat menjadi andalan Polda Papua dalam mendekatkan diri dengan masyarakat,” tutupnya.

Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait