Aplikasi SIPD Dinilai Rumit Pemkab Mimika Ajukan Ke Pusat Gunakan Sistem Lama

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Wakil Bupati Mimika (Wabup) Johannes Rettob mengakui pembaruan sistem informasi dari Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) menjadi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sangat rumit, berdampak pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) belum di serahkan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sangat rumit sistemnya sehingga harus dilakukan sosialisasi dengan waktu yang cukup lama agar bisa dipahami. Tetapi pihak Mendagri memaksakan harus mengikuti sistem tersebut. Sehingga hal tersebut membuat proses lelang untuk pekerjaan yang menggunakan APBD 2021 belum bisa dilakukan,” kata Wabup di Pendopo Rumah Negara, Rabu (17/2).

Bacaan Lainnya

Menurut Wabup meski Pemerintah Kabupaten Mimika telah mengajukan surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkaitan dengan kendala tersebut, namun hingga kini belum mendapat jawaban dari pusat. “Kami menyurat jika memungkinkan Mimika sementara menggunakan sistim lama yaitu SIMDA,” tuturnya.

Wabup menjelaskan aplikasi SIPD merupakan terobosan yang sangat baik, kendala yang dihadapi Pemkab adalah pada tahapan akhir. Dimana dalam tahapan akhir diharuskan keluarnya SP2D yang terkoneksi dengan Bank Papua, kata John hal tersebutlah yang saat ini belum dapat dilakukan.

“Aplikasi itu bagus dalam hal input data, tetapi belum ada solusi sampai tahap akhir yaitu pembayaran, dimana tahap terakhir tersebut harus keluar SP2D kemudian masuk lewat bank Papua, itu yang belum dilakukan,” jelasnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait