Ambil Hasil Laut Di Mimika Kapal Pencari Ikan Berukuran Besar Tolak Bayar Retribusi Ke Pemkab

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Dinas Perikanan Kabupaten Mimika menyebutkan, sejumlah kapal ikan berukuran besar dari luar yang mengambil hasil laut di wilayah Mimika menolak membayar retribusi kepada pemerintah dengan alasan telah membayar retribusi di daerah mereka.

Sementara kapal ikan yang berukuran kecil yang setiap hari berdomisili dan mencari ikan di Timika sejauh ini taat akan Peraturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“kami sudah tekankan, bagi setiap kapal yang masuk dan mengambil ikan di perairan Timika wajib membayar retribusi, dan bagi mereka yang bandel kita sudah laporkan hal ini kepada Kementerian untuk ditindaklanjuti,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy.

Menurut Leentje Siwabessy mengatakan mulai tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menarik pajak atau retribusi kepada setiap kapal yang berlabuh dan mencari ikan di perairan Timika yang berjumlah kurang lebih 300 kapal ikan.

Leentje mengatakan, penarikan retribusi kapal tersebut telah tertuang didalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mimika nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Mimika nomor 22 tahun 2012 tentang retribusi pelayanan pelabuhan.

“Perda tentang retribusi sudah berjalan tahun ini dan sudah dilakukan sosialisasi kepada para nelayan dan para pemilik kapal baik itu kapal yang berukuran kecil dan kapal yang berukuran besar,” terang Lientje saat ditemui di hotel Horison Ultima, Rabu (19/5/2021)

Leentje menjelaskan tarif retribusi yang dikenakan kepada setiap kapal ikan tergantung jenis ikan dan volume atau banyaknya ikan. Untuk ikan campur satu kontener tarif yang dikenakan sebesar Rp. 300.000.

Tarif atau retribusi yang dikenakan tidak memberatkan para pengusaha ikan. Lanjut Dia, pemerintah telah memberikan fasilitas dan kemudahan sehingga harus ada feedback atau kontribusi yang diberikan kepada pemerintah. “Hasil penarikan retribusi sebagai pendapatan asli daerah juga akan digunakan untuk memberdayakan masyarakat, jadi kita harap ini tidak menjadi beban bagi para pengusaha ikan,” jelasnya

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait