Aliansi Honorer Mimika Minta Honorer Siluman Tahu Diri dan Malu

Ketua Aliansi Honorer Mimika, Eduardus Soway sedang berorasi di depan pintu masuk kantor BKPSDM Mimika, Senin (1/8/2022).

Timika – Tabaos14 | Aliansi Honorer Kabupaten Mimika kembali mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mimika di SP5 Timika, Senin (1/8/2022),

Tujuan kedatangan mereka kali ini untuk membawakan empat buah pertanyaan bagi dua honorer siluman dalam pengangkatan K2 formasi 600 yang diketahui bertugas di BKPSDM Mimika.

Bacaan Lainnya

Empat pertanyaan itu yakni terkait nama, berapa lama bekerja sebagai honorer, atas alasan apa dipilih, dan adakah rasa malu dengan honorer lain yang sudah lama bekerja tetapi tidak diakomodir.

Ketika tiba di depan pintu kantor BKPSDM, masa aksi langsung berorasi menyampaikan maksud kedatangan mereka. Sayangnya satu-persatu pejabat terlihat meninggalkan kantor.

Masa aksi kemudian secara serentak dengan kompak meneriaki nama honorer siluman yang berinisial FA untuk keluar menjawab empat pertanyaan tersebut.

“Keluar jawab pertanyaan ini. Jangan sembunyi di dalam! Tidak tahu malu,” Seru masa aksi meminta honorer siluman tersebut keluar temui mereka.

Dari pentauan tabaos14.com di lapangan, honorer siluman itu tak kunjung menampakkan dirinya. Akibatnya suasana aksi jadi kian memanas.

Aparat pun mencoba menenangkan masa aksi dengan melakukan kordinasi dengan Kepala BKPSDM untuk keluar temui masa aksi. Namun, Kepala BKPSDM pun enggan untuk keluar menemui masa aksi yang terus berorasi di depan pintu kantor.

Setelah sekitar tiga jam berlalu, masa aksi pun membubarkan diri usai bertemu dengan juru bicara Bupati Mimika, Yohanes Kemong.

Yohanes Kemong berjanji akan membantu Aliansi Honorer untuk menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Mimika.

“Tapi kita harus duduk bersama dan melihat semua bukti-bukti yang sudah kalian kumpulkan,” ujar Kemong.

Sementara Ketua Aliansi Honorer Mimika, Eduardus Sowai saat diwawancarai mengeluhkan sikap Kepala BKPSDM yang sama sekali tidak mau keluar menemui masa aksi.

“Kami tadi datang ke sini dengan tujuan baik. Kami juga sudah berjanji tidak anarkis. Tetapi Pak Ananias yang kami anggap sebagai orang tua kami, tidak merespon kami dengan baik. Bukan tidak baik, tapi tidak bagus sekali menurut kami,” ujarnya.

“Harusnya beliau bisa keluar dan menyampaikan secara baik alasannya apa. Kami tidak minta banyak, kami cuma minta dia keluar terus sampaikan sejauh mana responnya terhadap aksi-aksi yang sudah kami, lakukan sebelumnya. Anehnya beliau malah meminta Polisi yang menemui kami seolah-olah kami ini penjahat,” imbuhnya.

Eduar juga menduga honorer siluman yang dicari pun masih bersembunyi oleh di dalam kantor. Pasalnya kendaraannya masih terpantau di lokasi parkiran.

Lebih lanjut Eduard menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan tidak bertujuan mengganggu hak dari kedua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro.

“Kami juga tidak berniat mengusik para honorer lain yang bukan termasuk dua suku besar yang sudah lolos sesuai aturan,” pungkasnya.

Di samping itu, Kepala BKPSDM Ananias Dait saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak menemui Aliansi Honorer Mimika saat demo karena sebelumnya salah satu anggota Aliansi Honorer menyatakan tidak ingin mendengar penjelasan BKPSDM.

“Dia bilang mereka butuhnya kepastian. Ya sudah kalau butuh kepastian silakan ke Bupati bukan ke saya, karena yang bisa memastikan itu adalah Bupati,” katanya singkat.

Pos terkait