Alat Berat Gusur Bangunan Penghalang Pengerjaan Jalan

  • Whatsapp

Bupati  Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H dan para pimpinan OPD meninjau langsung pengerjaan bundaran SP2-SP5.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I     Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE., M.H marah besar dan mengerahkan alat berat untuk segera melakukan pengusuran semua bangunan yang dinilai menghalangi proses pembangunan pengerjaan jalan raya, seperti pembangunan tugu didepan  PT. Petrosea dan di Jalan SP5 – SP2.

Ia juga mengatakan, semua bangunan yang berada di areal tugu bundaran, harus berjarak 20 meter dari As Jalan. Bahkan untuk pengerjaan drainase, yang berada di samping bundaran SP5- SP2 diminta Bupati agar dihentikan. Pihak kontraktor pun diperintahkan untuk membongkar drainase untuk digeser dua meter dari pengerjaan semuanya.

“Kalian Satpol PP ini kerja apa saja, banyak personail tapi tidak bisa tanggani hal ini. Hanya sosialisasi saja terus, tetapi sampai sekarang tidak gusur-gusur, ” tegas bupati saat melakukan peninjauan langsung di lokasi pengerjaan tugu bundaran di Jalan SP2, Selasa (14/1).

Menurut Bupati Omaleng, tidak diperbolehkan ada bangunan yang terlalu dekat di badan jalan. Apalagi didekat bundaran, karena sangat mengganggu estetika kota. Apalagi di tahun ini juga, Mimika akan diperhadapkan dengan dua even besar, yakni Pekan Olaraga Nasional (PON) XX dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Perparawi). Sehingga tidak boleh ada yang menghalangi pembangunan, apalagi pada proyek-proyek penunjang PON, salah satunya pembangunan jalan raya.

Tidak hanya tugu bundaran SP5- SP2 saja yang ditinjau oleh bupati, di hari yang sama, ia juga meninjau pengerjaan jalan dan  tugu didepan PT Petrosea. Bupati juga meminta kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR), Roberth Mayaut untuk segera mengerahkan alat berat dan menggusur pagar milik Petrosea, karena sudah mengangu pembangunan jalan.

“Saya sudah kasih waktu sama petrosea, bahkan kita sudah beberapa kali rapat, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban, tidak mungkin kita mau tunggu mereka,
ini sudah mau PON. Jadi hari ini saya suruh alat berat segera gusur dan  tidak pakai tunggu lama lagi, ” tegas Bupati Eltinus Omaleng.

Lanjut bupati, pengerjaan median jalan di depan Petrosea pun akan dibongkar lagi. Bahkan diminta untuk digeser ke sebelah kiri jalan, jika dilihat dari arah Timika –SP2.

“Kita tidak bisa tunggu-tunggu, masyarakat ini sedang menunggu pembangunan, ini untuk kepentingan orang banyak. Jadi mau tidak mau kami tetap harus bongkar, memang dari petrosea, beralasan masih menunggu konformasi dari Jakarta, tapi kami tidak bisa tunnggu lagi. Selama ini waktu sudah kami berikan,” tegas Bupati.

Kata Bupati, selama ini koordinasi antara Pemda dan pihak Petrosea sudah berjalan, bahkan Pemda menawarkan untuk menyiapkan anggaran jika dari Petrosea meminta ganti rugi. Tidak hanya itu, Pemda juga menyiapkan lahan, jika diminta ganti lahan.

Selain itu, untuk pembukaan jalan dari depan Petrosea menuju bandara baru VIP Mozes Kilangin, harus segera dibuka dalam bulan ini juga.

“Pokoknya alat berat segera bergerak buka jalan, kita rencana buka 700 meter sampai ke bandara. Orang yang punya tanah tidak boleh halangi dan mau tidak mau tetap kita akan buka akses jalan,” ucap Bupati lagi.

Roberth Mayaut Kadis PU PR, juga mengatakan, penambahan anggaran untuk lanjutan pembangunan tugu bundaran Petrosea, tahun ini sebesar Rp 15 miliar, dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan tugu dan aksesorisnya. Namun juga, untuk perbaikan median dan jalan di sekitaran bundaran.

“Kami sudah menyuruh pihak kontraktor untuk bongkar median jalan. Semua pavimbloknya dibongkar,” jelas Robert.

Saat ini, bundaran Petrosea yang dikerjakan oleh PT Martha Tria Selaras, progresnya tahap satu sudah 80 persen. Sedangkan pengerjaan jalan SP2 oleh PT CV Nosal Jaya sudah hampir rampung 90 persen

“Memang kita sudah addendum waktu 50 hari ke depan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jadi kita harap dengan waktu yang ada bisa dirampungkan 100 persen, ” tekannya. (Lis)

Pos terkait