Akibat Covid 19, Mahasiswa Mimika Tidak Mampu Bayar SPP

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14  |  Akibat Pandemi covid-19 dan pemberlakuan lockdown, dilaporkan banyak mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mimika yang tidak mampu membayar uang SPP, sehingga terancam putus kuliah.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan lima PTS di Mimika melalui Direktur Politeknik Amampare Mimika selaku Ketua Forum PTS ,Herman Dumatubun saat menggelar pertemuan bersama Komisi C DPRD.

Muat Lebih

Menurut Herman, hal itu juga berdampak pada kelangsungan operasional kampus, karena sumber pemasukan utama kampus adalah dari SPP mahasiswa. Kampuspun jadi lesu, karena sumber pendapatan PTS dari pembayaran SPP dan belum ada sumber pemasukan lain yang menjadi suport dana.

“Terhitung sejak lockdown dimulai bulan Maret, kampus terhenti melaksanakan kuliah. Selama pandemi ini, banyak anak-anak yang tidak lagi mampu bayar SPP,” tutur Herman.

Dengan situasi ini yang tidak berkunjung selesai, masing-masing PTS berupaya dengan segala keterbatasan yang ada terus menyelesaikan proses akademik di semester ke II. Sebab, jika mahasiswa terhenti kuliah, maka secara pasti mereka akan berhenti membayar SPP.

“Di saat situasi normal saja, kemampuan mahasiswa untuk menyelesaikan pembayaran SPP sangat susah, apalagi saat pandemi ini. Kalau situasi seperi ini hingga sampe akhir tahun, maka kemungkinan kampus hanya akan bertahan selama satu atau dua bulan ke depan saja untuk hal kemampuan biaya operasional kampus. Kemungkinan besar juga akan banyak mahasiswa yang berhenti kuliah,” ujarnya.

Dampak dari pandemi ini menjadikan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi sangat tidak maksimal. Apalagi dalam situasi ini, mengharuskan KBM secara online, akan tetapi kendalanya adalah meski ada hp android, tetapi paket datanya kewalahan. Selain itu, kesejahteraan ekonomi menjadi tidak merata, sementara sebagian besar mahasiswa adalah berlatarbelakangkan ekonomi menengah, bahkan rendah.

“Kami yakin ini bukan hanya PTS saja yang alami, tapi juga dialami oleh hampir semua PT khususnya di Papua. Bukan hanya PT (Perguruan Tinggi), tapi juga SMA/SMK, SMP, SD dan TK,” katanya.

Reporter : Yonri
Editor : Tahir