7 Hari Pencarian 11 Korban KM Usaha Baru Belum Membuahkan Hasil Tim SAR Gabungan Usulkan Operasi di Tutup

Tim SAR Timika saat melakukan operasi pencarian korban kecelakaan KM Usaha Baru.

Timika – Tabaos14 | Sudah tujuh hari pencarian terhadap 11 korban kecelakaan KM Usaha Baru tetapi belum juga membuahkan hasil, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Lanal Timika, Satuan Polairud dan Polsek jajaran Polres Timika, Koramil Jajaran Kodim Timika, Pol Airud Direktorat Polda Papua mengusulkan operasi pencarian di tutup, Selasa (12/6/2022).

Kepala SAR Timika George L. Mercy Randang, SIP MAP mengatakan Kantor SAR Timika juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk pengusulan penutupan, dan Unsur SAR Gabungan telah melakukan Debriefing dan mengevaluasi hasil pencarian hingga hari ke tujuh dengan hasil Nihil serta tidak ditemukan tanda tanda keberadaan korban.

“Kami usulkan ke Basarnas Pusat untuk di tutup, dan Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,”kata George.

George mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan antara lain menggunakan RIB 400 PK untuk pencarian diperairan bagian tengah serta dua perahu karet/LCR untuk pencarian didaerah tepian dan dua long boat milik keluarga korban serta melakukan penyisiran ditepian pantai dengan berjalan kaki belum juga membuahkan hasil.

Kemudian Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian dari perairan Kokonao hingga perairan Kampung Akar sesuai perhitungan SARMAP Prediction yang di kirim oleh Basarnas Command Center Pusat. Selain melakukan pencarian secara langsung, Basarnas Pusat juga sudah merilis lewat Aplikasi E-Broadcash untuk kapal- kapal yang melintas di daerah perairan yang memasuki sektor pencarian agar dapat memantau dan memberikan bantuan SAR Jika menemukan serta melaporkan ke Unsur SAR Gabungan atau ke petugas terdekat.

“Tim SAR gabungan juga telah melakukan pengusulan Maklumat Pelayaran lewat SROP dan ke Syahbandar Wilayah Timika untuk menginfokan kepada kapal-kapal dan nelayan yang beraktifitas di sekitar area pencarian agar dapat memantau, jika melihat atau menemukan tanda-tanda terkait keberadaan korban dalam mendeteksi posisi kapal yang melintas Basarnas dibantu dari Bakamla RI yang dalam tujuh hari terakhir banyak kapal yang terlihat melintas namun belum ada yang melaporkan akan adanya penemuan korban,”jelasnya.

Basarnas Menghimbau agar Masyarakat yang beraktifitas di perairan khususnya di sebelah selatan Papua agar lebih berhati hati dan mematuhi standard keselamatan pelayaran serta memantau informasi cuaca yang dipublikasi BMKG, Pastikan kita menguasai alur pelayaran tersebut, karena sudah banyak kapal yang karam di daerah tersebut selain karena terdampak cuaca buruk juga karena menabrak gundukan pasir.

“Oleh karena itu saya harap agar pelajari jalur pelayaran tersebut, pastika semua aman sebelum beraktifitas karena keluarga kita menunggu di rumah dan berharap kembali dalam keadaan sehat. Saya juga mohon dukungan doa kepada masyarakat semoga semua korban ditemukan oleh kapal kapal yang melintas, dan Semoga tidak terjadi lagi kejadian kecelakaan kapal yang memakan korban yang banyak,”ujarnya

 

 

Pos terkait