258 Warga Tembagapura Dievakuasi ke Timika

Warga saat diarahkan naik ke bus untuk diantar ke rumah keluarga. (Foto: Mercy)

TEMBAGAPURA – Tabaos14   I    Ratusan warga di Distrik Tembagapura, Kamis (06/03) di evakuasi ke Timika menggunakan bus karyawan PT Freeport Indonesia karena takut dengan kontak tembak antara pihak TNI Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi sejak, Senin (02/03) lalu.

Warga yang didominasi wanita dan anak-anak tersebut, dievakuasi menggunakan tiga bus karyawan PT Freeport Indonesia ke markas Detasemen Kavaleri 3/SC.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Pio L Nainggolan mengatakan, evakuasi ratusan warga dari Distrik Tembagapura karena takut sejak terjadi kontak tembak di wilayah perkampungan di Distrik Tembagapura sejak hari senin lalu.

“Yah, mereka minta untuk turun karena ketakutan, karena ada KKSB yang dari luar Timika masuk ke Timika,” kata Dandim, Kamis (06/03).

Ia mengakui, kontak tembak antara pihak TNI Polri masih berlanjut hingga hari ini. Hanya saja, intensitasnya mulai menurun. Namun secara keseluruhan masih aman.

“Untuk kontak tembak masih ada, cuma intensitas sudah menurun jauh. Untuk situasi kondusif dan proses operasional PT Freeport tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi berjalan lancar setelah pihak TNI Polri yang bertugas di Tembagapura mengevakuasi sebanyak 258 warga ke Timika, dan akan ada proses evakuasi untuk warga lainnya yang diperkirakan tiba di Timika pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIT.

“Untuk proses evakuasi tidak ada kendala, karena semua sudah diurus dengan rekan-rekan (TNI – Polri) yang ada diatas (Tembagapura), kemudian disalurkan ke Timika dan kami terima untuk segera kita salurkan ke keluarga mereka,” jelasnya.

Sementara Kadistrik Tembagapura, Martinus Nuboba mengatakan, ratusan warga dari tiga kampung yakni Banti I, Longsoran dan Opitawak yang dievakuasi karena takut dengan aksi teror penembakan yang terjadi di Distrik Tembagapura.

“Situasi di Distrik Tembagapura tidak aman,” kata Martinus saat ditemui di Denkav 3/SC, Kamis (06/03).

Ia menjelaskan, akibat gangguan keamanan membuat masyarakat sulit mendapatkan makanan. Berbeda dengan kondisi aman, biasanya mereka bisa berbelanja di kota Tembagapura

“Dengan situasi seperti ini masyarakat tidak bisa mendapat makanan, tidak ada ruang untuk masyarakat membeli makan. Sebagian juga ada yang sakit karena lapar, sehingga mereka punya komitmen harus turun ke Timika,” jelasnya.

Selaku Kadistrik, Martinus Nuboba berharap agar tidak ada yang melakukan gangguan keamanan. Sebaliknya, bisa bersama-sama warga membangun Mimika melalui pembangunan.

“Harapan kami ke KKB, bagaimana supaya kita membangun kabupaten Mimika khusus di 13 kampung di Distrik Tembagapura,” harapnya. (Mrc).

Pos terkait